Manufaktur kendaraan ramah lingkungan asal Cina, Xpeng, baru saja memperkenalkan versi teranyar dari sedan andalannya, Xpeng P7+. Model P7+ ini diklaim menjadi strategi baru perusahaan untuk menggaet lebih banyak konsumen di pasar global.
Dikutip dari ArenaEV, Xpeng berencana meluncurkan sedan P7+ di 36 negara berbeda. Menariknya, dua varian utama akan ditawarkan kepada konsumen, yakni Extended Range Electric Vehicle (EREV) dan Battery Electric Vehicle (BEV).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Indonesia memiliki peluang besar sebagai salah satu negara tujuan peluncuran P7+. Mureks mencatat bahwa tren kendaraan listrik di dalam negeri terus berkembang pesat dan mulai diminati masyarakat luas, menjadikan pasar Indonesia sangat potensial bagi Xpeng P7+.
Pembaruan Signifikan dan Performa Unggul
Dibandingkan dengan sedan Xpeng P7 terdahulu, versi P7+ ini disebut mendapatkan 104 ubahan berbeda. Desainnya kini tampil lebih segar dan modern, mencerminkan evolusi teknologi dan estetika dari pabrikan tersebut.
Varian EREV dari P7+ menawarkan daya jelajah listrik murni yang impresif, mencapai 430 kilometer, menjadikannya salah satu yang terbaik di kelas sedan. Namun, ketika memadukan kinerja antara baterai motor elektrik dengan mesin konvensional berkapasitas 1.500 cc, daya jelajah totalnya bisa mencapai 1.550 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh. Mesin bensin ini mampu menghasilkan tenaga 148 hp yang disalurkan ke roda belakang (Rear Wheel Drive).
Sementara itu, versi BEV dari Xpeng P7+ dibenamkan sistem 800V. Teknologi ini memungkinkan mobil untuk diisi daya secara sangat cepat atau super fast charging, memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna yang membutuhkan pengisian daya efisien.
Desain Aerodinamis dan Kabin Luas
Xpeng P7+ dirancang sebagai sedan dengan kabin yang luas, berkat panjang kendaraan yang mencapai lima meter dan wheelbase sekitar 3.000 mm. Meskipun tergolong besar, Xpeng P7+ didesain dengan tampilan yang ramping (sleek) dan diklaim memiliki koefisien hambatan (drag coefficient) yang sangat rendah, yaitu 0,206 Cd.
Angka aerodinamika tersebut disebut memampukan Xpeng P7+ untuk berakselerasi dengan mudah, efisien dalam penggunaan energi, serta memberikan pengalaman berkendara yang sunyi, bahkan saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Potensi Pasar Indonesia dan Pesaing
Patut ditunggu kabar berikutnya mengenai kehadiran Xpeng P7+ di 36 negara di pasar global, termasuk apakah Indonesia akan menjadi salah satu kandidat. Pesaing serupa di segmen sedan bertenaga listrik murni maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di dalam negeri saat ini masih terbatas.
Dari pabrikan Cina, baru ada BYD Seal yang merupakan mobil listrik murni. Sementara dari merek Korea, terdapat Hyundai Ioniq 6 yang dilego di atas Rp 1 miliar dan masih berstatus diimpor utuh dari negara asalnya.






