Jumat, 02 Januari 2026, Jakarta – Kondisi bodi sepeda motor seringkali luput dari perhatian pemiliknya, padahal kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele justru dapat mempercepat proses pelapukan dan pengeroposan. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi menurunkan fungsi dan nilai jual kendaraan.
Merawat motor bukan hanya soal menjaga performa mesin, melainkan juga memastikan integritas bodi. Banyak pengendara belum menyadari bahwa faktor lingkungan dan cara perawatan yang kurang tepat menjadi pemicu utama bodi motor rentan lapuk.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Paparan sinar matahari langsung, air hujan, serta kontaminan jalan seperti lumpur dan garam, secara signifikan mempercepat proses oksidasi pada logam. Kondisi ini juga mengikis lapisan cat dan pelindung bodi, membuka celah bagi karat untuk berkembang.
Dilansir dari laman resmi Suzuki, faktor-faktor lingkungan tersebut bukanlah satu-satunya penyebab. Kebiasaan berkendara dan cara menyimpan motor yang kurang tepat juga memiliki peran besar dalam mempercepat kerusakan bodi.
Salah satu kebiasaan yang kerap diabaikan adalah memarkir motor di luar ruangan tanpa pelindung. Paparan terik matahari atau guyuran hujan secara terus-menerus dapat membuat warna cat cepat pudar dan bodi lebih rentan lapuk.
Sinar ultraviolet (UV) dikenal mampu merusak lapisan cat, sementara air hujan yang mengering sering meninggalkan kontaminan yang menempel pada permukaan logam, memicu korosi. Mureks mencatat bahwa solusi untuk masalah ini cukup sederhana: parkir motor di tempat teduh, menggunakan penutup atau cover motor, serta segera mengelap bodi setelah terkena hujan.
Selain itu, kotoran jalan seperti debu, lumpur, hingga serpihan garam sering kali dibiarkan menempel terlalu lama. Padahal, kontaminan ini dapat mengikis lapisan pelindung bodi dan membuka celah terjadinya korosi.
Membersihkan motor secara rutin, terutama setelah melintasi jalan basah atau berlumpur, sangat disarankan. Penting juga untuk tidak melupakan area bawah bodi, sela-sela rangka, serta bagian logam yang sering terkena cipratan air dan lumpur.
Merawat bodi motor bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi juga berkaitan erat dengan usia pakai kendaraan dalam jangka panjang. Gesekan kecil, benturan ringan, atau noda oli yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi titik awal kerusakan yang lebih serius.
Dengan menghindari kebiasaan buruk dan menerapkan perawatan sederhana namun konsisten, pemilik motor dapat memastikan kendaraannya tetap awet, terlindungi, dan selalu siap digunakan. Kondisi bodi yang terjaga juga merupakan investasi jangka panjang bagi motor kesayangan.






