Otomotif

Puluhan Produsen Mobil Listrik China Diprediksi Berguguran pada 2026, Ini Pemicunya

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi titik balik krusial bagi industri otomotif China. Puluhan produsen mobil listrik di negara tersebut diperkirakan akan berguguran, menyusul kerugian besar yang dialami pada tahun sebelumnya serta perubahan kebijakan pemerintah yang signifikan.

Fenomena mobil listrik China sebelumnya menyebar dengan sangat cepat ke berbagai belahan dunia, didorong oleh lonjakan permintaan dan dukungan masif dari pemerintah setempat. Angka ekspor mobil listrik China bahkan tercatat meroket 87 persen pada tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, tren positif ini tampaknya tidak akan bertahan lama bagi semua pemain.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Perombakan Besar dan Penurunan Pengiriman

Sektor kendaraan listrik China diperkirakan akan menghadapi perombakan besar pada tahun 2026. Prediksi ini menyebutkan bahwa puluhan produsen akan kesulitan untuk bertahan, bahkan beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar. Pengiriman kendaraan baru di China sendiri diperkirakan akan turun lima persen tahun depan, menjadi penurunan terbesar sejak tahun 2020.

Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya dukungan dari pemerintah serta kondisi kelebihan kapasitas di industri kendaraan listrik. Berdasarkan laporan South China Morning Post, setidaknya 50 produsen mobil listrik saat ini merugi dan terpaksa melakukan pemangkasan besar pada tahun 2026. Sebagian di antaranya bahkan disebut akan menutup total operasionalnya.

“Waktu tidak berpihak pada produsen mobil yang tidak mampu memikat kalangan muda. Bagi sebagian besar produsen mobil listrik yang merugi, kinerja tahun depan akan makin krusial,” ujar Qian Kang, salah seorang pengelola pabrik yang memproduksi komponen untuk industri otomotif.

Dampak Kebijakan Pemerintah dan Perang Harga

Banyak hal bergantung pada keputusan kebijakan yang akan diumumkan mendatang. Pada Januari 2026, Beijing dijadwalkan akan memutuskan keberlanjutan subsidi tukar tambah mobil listrik sebesar 20.000 yuan atau setara Rp 47 jutaan. Mureks mencatat bahwa keputusan ini akan sangat memengaruhi daya beli konsumen dan kelangsungan bisnis produsen.

Selain itu, pembebasan pajak pembelian sebesar 10 persen juga akan berakhir tahun ini. Tarif pajak tersebut akan dikurangi menjadi 5 persen dan mulai berlaku pada Januari 2026. Selanjutnya, pajak tanpa insentif akan diberlakukan secara penuh mulai tahun 2028.

Faktor lain yang memperparah kondisi adalah perang harga yang intens. Meskipun praktik ini membuat mobil listrik menjadi lebih terjangkau bagi konsumen, nyatanya hal ini mengikis keuntungan banyak perusahaan. Ditambah lagi dengan investasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan, keuntungan perusahaan semakin terkikis.

“Jadi ini seperti permainan bertahan hidup, di mana produsen mobil yang menguntungkan akan jadi pemenang, sementara produsen yang merugi akan kehabisan dana,” kata investor Yin Ran.

Siapa yang Akan Bertahan?

Hanya sedikit perusahaan yang diprediksi masih bisa bertahan dan bahkan tumbuh pada tahun depan. Beberapa di antaranya adalah BYD, Seres, dan Li Auto, yang tercatat masih menguntungkan di tengah persaingan ketat ini. Perusahaan-perusahaan tersebut dipercaya memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan di tahun 2026.

Mureks