Warisan budaya Indonesia kaya akan peninggalan berharga, termasuk senjata tradisional yang sarat makna. Di Jawa Tengah, senjata bukan sekadar alat pertahanan, melainkan perwujudan nilai-nilai filosofis, spiritual, dan identitas budaya yang telah dijaga turun-temurun.
Senjata-senjata ini adalah kanvas yang merekam sejarah, kepercayaan, serta ketinggian seni para empu (pembuatnya). Setiap bilah, lekuk, dan hiasannya menjadi simbol status, penjaga tradisi, dan benda pusaka yang dirawat dengan penuh hormat.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Keris: Mahakarya yang Dihormati
Keris merupakan mahakarya budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Senjata ini dibuat dari berbagai jenis logam, menampilkan desain khas, baik lurus (dapur lurus) maupun berlekuk (dapur luk) dengan jumlah lekukan yang umumnya ganjil.
Struktur keris terdiri dari tiga bagian utama: wilahan (bilah), warangka (sarung), dan ukiran (gagang). Menurut Mureks, keris bukan hanya benda fisik, melainkan juga simbol identitas, kebijaksanaan, dan kekuatan spiritual yang mendalam bagi masyarakat Jawa.
Pada masa kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit dan Mataram Islam, keris memegang peranan penting. Benda pusaka ini melambangkan kekuasaan, kewibawaan, dan seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual serta upacara adat. Keberadaannya menegaskan status sosial dan spiritual pemiliknya.






