Regional

Analis EVOS Legends dan Eks Pelatih Alter Ego Soroti Pentingnya Kerjasama Tim di Talkshow MLBB Surabaya

Surabaya, Sabtu, 10 Januari 2026 – Analis EVOS Legends, Ade Setiawan, bersama mantan pelatih Alter Ego, Nafari, menekankan pentingnya kerja sama tim dan mentalitas dalam permainan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Penekanan ini disampaikan dalam sebuah talkshow bertajuk “Coaching Clinic: Understanding Better Gameplay and Strategy” yang digelar di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, pada Jumat, 9 Januari 2026.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MLBB Goes to School, sebuah turnamen esports yang menyasar pelajar tingkat SD dan SMP. Menurut Ade Setiawan, fondasi utama untuk membangun kemampuan bermain MLBB sejak usia dini adalah kerja sama tim yang solid.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Pentingnya Relasi Pertemanan dan Komunikasi

Selain kerja sama tim, Ade juga menyoroti relasi pertemanan yang kuat sebagai pondasi penting dalam mendalami MLBB. “Biasanya pondasi belajar MLBB itu, berawal dari teman yang juga suka. Biasanya di umur segini kan mereka bermain game ketika free time, sisanya mereka harus sekolah dan mengerjakan tugas,” ujarnya.

Kebiasaan bermain bersama teman, lanjut Ade, akan mempermudah pemain memahami peran masing-masing dalam tim. “Pondasinya ketika bermain di luar game, pondasinya mereka bisa mengerti ketika ketemu sama teman-temannya mereka, bisa mengobrol, mau hero apa, bisa disesuaikan,” tambahnya. Ia menegaskan, komunikasi yang terjalin di luar permainan justru menjadi dasar krusial saat berada di dalam game, terutama untuk koordinasi di situasi genting.

Dalam ringkasan Mureks, Ade Setiawan juga menggarisbawahi peran vital tiga posisi inti dalam MLBB, yaitu Mid Lane, Roamer, dan Jungler. Ketiga peran ini, menurutnya, adalah jantung permainan tim dan menuntut chemistry yang kuat untuk menentukan alur strategi sepanjang pertandingan.

“Tiga role ini harus kompak. Belajar hero support juga penting karena itu melatih teamwork. Koordinasi buka map, kapan rotasi, kapan war, itu semua soal kerja sama,” jelas Ade, menambahkan bahwa siswa SD dan SMP berada di momentum yang tepat untuk serius menata kemampuan bermain mereka, dengan potensi melangkah ke level profesional di kemudian hari.

Mentalitas Tim di Atas Keunggulan Individu

Senada dengan Ade, mantan pelatih Alter Ego, Nafari, menekankan pentingnya mentalitas tim dibandingkan sekadar keunggulan individu. Ia mengingatkan para pemain muda agar tidak terjebak pada ego personal yang bisa merugikan tim.

“Tujuan utama kalian adalah bermain sebagai tim, bukan hanya jago mekanik. Game ini bukan tentang satu orang, tapi tentang lima orang yang saling percaya,” tegas Nafari.

Nafari juga menambahkan bahwa kemampuan mendengar arahan pelatih serta menghargai pendapat rekan setim adalah kunci. Menurutnya, kedewasaan sikap merupakan syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin meniti karier di dunia esports.

Mureks