Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengunjungi SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kondisi para korban insiden tabrakan mobil SPPG yang menimpa siswa dan guru di sekolah tersebut terus membaik.
Dadan Hindayana mengungkapkan, total ada 22 korban dalam insiden nahas itu. Dari jumlah tersebut, 20 korban dilaporkan telah kembali beraktivitas normal, termasuk salah seorang guru bernama Maryono. “Bapak gurunya harusnya masih istirahat tapi karena 2 minggu di rumah bosan dan dia lebih senang ada di tengah-tengah siswa jadi motivasinya luar biasa,” kata Dadan di lokasi, Kamis (8/1).
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Namun, Mureks mencatat bahwa dua korban lainnya masih harus menjalani perawatan intensif dan belum dapat kembali bersekolah. Penanganan terhadap trauma para siswa juga terus dilakukan oleh tim terkait. “Jadi kalau Anda lihat lapangan ini kan tadinya tidak biru ya tapi setelah kejadian langsung diberikan warna cat biru untuk menghilangkan trauma dan tim kami terutama dari kepolisian masih mendampingi mereka yang mengalami kejadian untuk menghilangkan trauma tersebut,” jelas Dadan.
Dadan menegaskan komitmen BGN untuk terus mendampingi para korban agar mereka dapat pulih sepenuhnya. “Ya, kita dampingi terus supaya mereka bisa kembali normal dan melupakan kejadian tapi pastikan butuh waktu tapi saya lihat tadi yang ada mereka sudah kembali normal dan Alhamdulillah meskipun dikatakan ada cedera sedikit tapi mereka sekarang sudah kembali beraktivitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dadan juga berinteraksi langsung dengan para siswa. BGN memberikan bingkisan berupa Makanan Bergizi (MBG) dan hadiah lainnya, khususnya bagi siswa yang gemar mengonsumsi sayur. Pemberian hadiah ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk lebih menyukai sayuran, termasuk yang disediakan dalam paket MBG.
“Kita beri reward lah supaya yang lainnya termotivasi agar makanan yang sudah kita berikan termasuk serat itu harus dikonsumsi oleh anak-anak. Karena tahun 2026 ini tidak hanya intervensi yang kita berikan tapi kita sudah harus masuk di pendampingan edukasi di pendidikan terutama memilih makanan yang sehat selama 2026,” pungkas Dadan.






