Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, memastikan tidak ada WNI di Belanda yang terdampak langsung badai salju ekstrem. Namun, ia mengakui adanya hambatan signifikan pada transportasi publik di negara tersebut.
Heni menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1/2026). Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa salju dan es telah melumpuhkan penerbangan di sejumlah negara Eropa pada Rabu (7/1) waktu setempat. Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu hub tersibuk di Eropa, terpaksa membatalkan sekitar 700 penerbangan, menyebabkan lebih dari 100 penumpang menginap semalaman di bandara.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
“Terkait badai salju di Belanda, sampai saat ini belum ada informasi WNI terdampak, selain hambatan transportasi publik yang tidak dapat berjalan,” ujar Heni, seperti Mureks mencatat bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam kesempatan yang sama.
Ia menambahkan, Badan Meteorologi Belanda telah mengeluarkan peringatan kode oranye untuk hampir seluruh wilayah pada 7 Januari, dengan kode kuning berlaku di Provinsi Limburg dan kepulauan Weden.
Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi di negara-negara yang paling terdampak cuaca dingin bersalju, termasuk Belanda dan Prancis.
“Kami sudah koordinasi in close contact dengan KBRI Den Haag dan KBRI Paris. Kita terus monitor perkembangannya,” ucap Yvonne.
Oleh karena itu, Yvonne mengimbau seluruh WNI untuk tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca melalui situs serta sumber informasi resmi pemerintahan.
700 Penerbangan di Amsterdam Batal
Pihak Bandara Schiphol Amsterdam kepada AFP menjelaskan, gangguan ini dipicu oleh salju tebal dan angin kencang yang telah berlangsung selama enam hari. Bandara telah menyiapkan ratusan tempat tidur darurat serta menyediakan makanan dan sarapan bagi penumpang yang telantar.
“Ini adalah situasi yang luar biasa,” ujar juru bicara Schiphol, Stephan Donker, menilai peristiwa ini sangat mengganggu salah satu pusat penerbangan tersibuk Eropa tersebut.
Maskapai Kerajaan Belanda, KLM, melaporkan telah menerima pasokan baru 100 ribu liter cairan anti-es. Sejak Jumat (2/1), sebagaimana dikutip Reuters, KLM menghabiskan sekitar 85 ribu liter per hari untuk membersihkan salju dan es dari pesawat.
Berdasarkan laporan AP News, cuaca ekstrem juga mengganggu transportasi darat di Belanda. Operator kereta api Nederlandse Spoorwegen (NS) mengimbau warga menunda perjalanan, sementara kemacetan di jalan raya mencapai lebih dari 700 kilometer akibat truk tergelincir dan salju tebal.






