Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak langsung badai salju ekstrem di Belanda. Meskipun demikian, cuaca buruk tersebut telah menyebabkan gangguan signifikan pada transportasi publik, termasuk pembatalan ratusan penerbangan di Bandara Schiphol Amsterdam.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan informasi ini dalam sebuah press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1). “Terkait badai salju di Belanda, sampai saat ini belum ada informasi WNI terdampak, selain hambatan transportasi publik yang tidak dapat berjalan,” ujar Heni.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Badai salju dan es yang melanda sejumlah negara Eropa sejak Rabu (7/1) waktu setempat telah melumpuhkan operasional Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu pusat penerbangan tersibuk di Eropa. Sebanyak 700 penerbangan dibatalkan, mengakibatkan lebih dari 100 penumpang terpaksa menginap semalaman di bandara.
Peringatan Kode Oranye dan Pemantauan Ketat
Menyikapi situasi ini, badan meteorologi Belanda telah menetapkan peringatan kode oranye untuk hampir seluruh wilayahnya pada 7 Januari. “Badan meteorologi Belanda ini kemarin, 7 Januari, mengeluarkan peringatan kode oranye untuk hampir seluruh wilayah di Belanda, kode kuning di Provinsi Limburg dan kepulauan Weden,” tambah Heni Hamidah.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di negara-negara yang paling terdampak cuaca dingin bersalju, seperti Belanda dan Prancis. “Kami sudah koordinasi in close contact dengan KBRI Den Haag dan KBRI Paris. Kita terus monitor perkembangannya,” kata Yvonne.
Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca melalui situs dan sumber resmi pemerintah setempat. Mureks mencatat bahwa imbauan ini penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan WNI di tengah kondisi ekstrem.
Gangguan Transportasi dan Upaya Penanganan
Pihak Bandara Schiphol menjelaskan kepada AFP bahwa gangguan masif ini dipicu oleh salju tebal dan angin kencang yang telah berlangsung selama enam hari. Juru bicara Schiphol, Stephan Donker, menyebut situasi ini “luar biasa” dan sangat mengganggu. Bandara telah menyiapkan ratusan tempat tidur darurat serta menyediakan makanan dan sarapan bagi penumpang yang telantar.
Maskapai Kerajaan Belanda, KLM, turut berupaya keras mengatasi dampak badai. KLM telah menerima pasokan baru 100 ribu liter cairan anti-es. Sejak Jumat (2/1), menurut Reuters, KLM menghabiskan sekitar 85 ribu liter per hari untuk membersihkan salju dan es dari pesawat.
Tidak hanya penerbangan, transportasi darat di Belanda juga mengalami gangguan serius. Operator kereta api Nederlandse Spoorwegen (NS) mengimbau warga menunda perjalanan. Laporan AP News menyebutkan, kemacetan di jalan raya mencapai lebih dari 700 kilometer akibat truk tergelincir dan salju tebal.






