Nasional

Kementerian PU Pastikan Huntara Layak Huni dan Pasokan Air Bersih Normal di Aceh Tamiang

Warga Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, perlahan mulai bangkit dari dampak banjir bandang yang melanda. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan hunian sementara (huntara) yang layak huni, sekaligus memastikan pasokan air bersih kembali normal setelah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Rantau beroperasi penuh.

Pembangunan Hunian Sementara yang Layak

Hunian sementara yang diperuntukkan bagi korban bencana di Aceh Tamiang kini telah rampung. Fasilitas ini dilengkapi dengan musala, taman bermain, dan akses internet nirkabel (wifi) untuk mendukung kenyamanan para penyintas.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Balqis Andresia Putri, seorang warga Kecamatan Karang Baru, mengungkapkan rasa leganya atas inisiatif Kementerian PU yang membangun hunian layak dan nyaman. Ia berharap pembangunan ini dapat segera tuntas agar warga dapat meninggalkan posko pengungsian.

“Masyarakat yang rumahnya hanyut kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak daripada tenda darurat. Kami berharap pembangunan segera selesai agar warga bisa kembali memiliki hunian,” ujar Balqis pada Jumat (2/1).

Saat ini, Kementerian PU tengah mempercepat pembangunan 384 unit huntara yang akan menampung 96 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Tamiang. Meskipun bersifat sementara, hunian ini dibangun dengan mengutamakan kualitas. Setiap blok huntara dirancang berukuran 24 x 14,4 meter dengan material unggulan.

Berdasarkan pantauan Mureks di lapangan, petugas merangkai struktur baja ringan galvanis yang kuat dan antikarat sebagai kerangka bangunan. Dindingnya menggunakan panel modular yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Kualitas material ini juga mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, saat meninjau lokasi.

“Bahan-bahannya premium dan sangat layak untuk masyarakat di sini,” pungkas Budi Irawan.

Pasokan Air Bersih Kembali Normal

Selain hunian, pasokan air bersih bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang juga telah pulih seiring beroperasinya SPAM IKK Rantau pascabanjir bandang. Pemulihan fasilitas ini menjadi langkah krusial dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat setempat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau pada Rabu (31/12) untuk memastikan kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa air yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan.

“Saat ini air sudah mengalir ke reservoir dan sedang diproses. Kualitasnya sudah sesuai standar, jadi secara umum sudah aman,” ujar Dody melalui keterangan resmi, Jumat (2/1).

Dalam tinjauan tersebut, air yang semula keruh kecokelatan tampak menjadi jernih setelah melalui proses filtrasi. Untuk membuktikan kualitasnya, Menteri PU bahkan langsung meminum air dari bak penampungan.

SPAM IKK Rantau memiliki kapasitas 40 liter per detik yang melayani warga Kecamatan Rantau dan sekitarnya. Sebelumnya, banjir merusak sejumlah komponen vital seperti tanggul IPA, intake, reservoir, hingga sistem pompa dan kelistrikan. PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pemulihan melalui rehabilitasi sistem, optimalisasi pompa, perbaikan mekanikal-elektrikal, serta pembersihan sisa lumpur. Selama masa transisi, dukungan darurat berupa menara tangki air sementara dan genset juga disiagakan agar layanan tidak terputus.

Respons Pemerintah Terhadap Keluhan Harga Air

Di sela peninjauan, warga sempat mengeluhkan tingginya harga air tangki swasta yang menembus Rp2,7 juta akibat kelangkaan pasokan selama banjir. Menanggapi hal itu, Menteri PU sempat berkelakar dengan warga mengenai tarif air dari pemerintah.

Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pada infrastruktur intake dan distribusi guna menjamin ketahanan air bersih jangka panjang di Aceh Tamiang.

Mureks