Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (KemenImipas), melalui Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim), mencatat serangkaian capaian signifikan sepanjang tahun 2025. Inovasi layanan digital seperti aplikasi All Indonesia dan program Makkah Route menjadi sorotan utama dalam Refleksi Akhir Tahun KemenImipas yang digelar pada Kamis, 1 Januari 2026.
Transformasi Digital dan Layanan Ibadah
Aplikasi All Indonesia merupakan sistem deklarasi kedatangan penumpang internasional yang terintegrasi penuh. Sistem ini kini menjadi satu-satunya platform resmi yang berlaku di seluruh bandara dan pelabuhan internasional di Indonesia. Aplikasi ini menghubungkan berbagai layanan keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, hingga karantina dalam satu platform yang efisien.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Di bidang layanan dokumen perjalanan, khususnya untuk ibadah haji dan umrah, KemenImipas sukses mengimplementasikan program Makkah Route. Layanan ini memungkinkan pemeriksaan keimigrasian jemaah dilakukan di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak perlu lagi mengantre proses keimigrasian saat tiba di Arab Saudi, sebuah kerja sama strategis antara Imigrasi RI dan Saudi yang sangat memudahkan.
Perluasan Jangkauan dan Kebijakan Adaptif
Capaian strategis lainnya adalah perluasan layanan publik melalui pembentukan 18 kantor imigrasi baru sepanjang tahun 2025. Langkah progresif ini bertujuan mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat, memperluas jangkauan pelayanan agar lebih cepat, mudah, dan efisien, sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian di seluruh wilayah Indonesia.
Selain perluasan kantor layanan, Ditjen Imigrasi KemenImipas juga mengembangkan kebijakan Global Citizenship of Indonesia (GCI). Program ini memberikan fasilitas izin tinggal terbatas bagi warga negara asing yang memiliki keterikatan kuat dengan Indonesia, baik melalui keturunan, hubungan keluarga, maupun latar belakang sejarah dan ikatan emosional dengan Tanah Air. GCI dirancang sebagai kebijakan adaptif yang menjawab dinamika global, sekaligus menjaga kepentingan nasional dengan tetap memperhatikan aspek hukum dan kedaulatan negara.
Peningkatan Investasi dan Pengawasan Orang Asing
Dari sektor ekonomi, program Golden Visa mencatatkan lonjakan nilai investasi yang signifikan. Mureks mencatat bahwa hingga Desember 2025, total investasi melalui skema ini mencapai Rp48,29 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 39,44 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024, yang diyakini sebagai bentuk kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia yang semakin kompetitif dan stabil.
Penguatan pengawasan orang asing juga menjadi prioritas melalui Operasi Wira Waspada dan pembentukan Satuan Tugas Patroli Imigrasi. Operasi ini digelar sepanjang 2025 di wilayah strategis, menyasar penyalahgunaan izin tinggal, perusahaan PMA bermasalah, serta pelanggaran overstay.
“Satgas Patroli Imigrasi kami bentuk untuk meningkatkan respons cepat dan menekan potensi pelanggaran, terutama di kawasan pariwisata, industri, dan pertambangan strategis,” ujar perwakilan KemenImipas terkait pembentukan satuan tugas tersebut.






