Penyelidik di Swiss memfokuskan perhatian pada kembang api sebagai penyebab utama kebakaran mematikan di sebuah bar ski yang menewaskan 40 pengunjung pesta Tahun Baru. Insiden tragis ini terjadi di kota resor Crans-Montana, Pegunungan Alpen Swiss, pada Kamis dini hari.
Kembang Api di Bawah Langit-Langit Busa
Pihak berwenang, pada Jumat (2/1), menyatakan bahwa kembang api yang diletakkan di bawah langit-langit berlapis busa kemungkinan besar memicu api. Penyelidikan ini didasarkan pada rekaman video ponsel dan kesaksian para korban selamat.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Video-video yang beredar, beberapa di antaranya diunggah secara daring, direkam oleh pengunjung pesta di bar Le Constellation. Rekaman tersebut menunjukkan kembang api yang ditancapkan di bagian atas botol sampanye, diletakkan sangat dekat dengan langit-langit rendah bar di ruang bawah tanah. Langit-langit tersebut dilapisi dengan bahan busa peredam suara.
Mureks mencatat bahwa rekaman video tersebut memperlihatkan bahan busa mulai terbakar, namun para pengunjung, yang sebagian besar berusia belasan dan dua puluhan, terus menari tanpa menyadari bahaya yang mengancam.
Kepala Jaksa Wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers, menegaskan, “Semuanya menunjukkan bahwa api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang dikibaskan tinggi di dekat langit-langit.”
Kekacauan dan Upaya Penyelamatan
Ketika pengunjung pesta akhirnya menyadari bahaya, kekacauan pun tak terhindarkan. Video-video lain menunjukkan mereka berebut dan berteriak-teriak dalam kepanikan.
Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan, di mana orang-orang berusaha memecahkan jendela untuk melarikan diri. Sementara itu, korban lain dengan luka bakar parah berhamburan ke jalan. Sebagian besar dari 119 korban selamat berada dalam kondisi kritis, membuat rumah sakit di Swiss kewalahan. Puluhan korban bahkan harus dibawa ke negara-negara Eropa tetangga untuk mendapatkan perawatan luka bakar khusus.
Aturan Keselamatan dalam Sorotan
Jacques Moretti, pemilik bar Le Constellation asal Prancis yang telah mengelola tempat itu sejak 2015 bersama istrinya Jessica, bersikeras bahwa semua norma keselamatan telah dipatuhi. “Semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan,” ujarnya kepada harian Swiss Tribune de Geneve.
Namun, Pilloud menyatakan bahwa penerapan standar keselamatan tersebut menjadi salah satu fokus utama investigasi. Keluarga Moretti, yang selamat dari kebakaran tanpa cedera, telah diinterogasi sebagai “saksi”, meskipun belum ada pertanggungjawaban yang ditetapkan pada tahap ini.
Jumlah pasti orang yang berada di bar saat kebakaran terjadi masih belum jelas. Situs web Crans-Montana menyebutkan kapasitas tempat tersebut adalah 300 orang, ditambah 40 orang di terasnya.






