Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon, Banten, lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan setelah diterjang banjir sejak Jumat (2/1) sore hingga malam hari. Titik terparah genangan air berada di wilayah Ciwandan, Cilegon, yang menyebabkan akses lalu lintas terputus.
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi JLS Cilegon yang terendam. Pada sore hari, beberapa kendaraan nekat menerjang genangan air yang dilaporkan hampir mencapai setengah tinggi mobil. Kondisi semakin parah pada malam hari, di mana air mengalir deras melintasi badan jalan, mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, membenarkan bahwa banjir di JLS Cilegon menyebabkan akses lalu lintas terputus hingga Sabtu (3/1). “Masih terputus. Titik banjir ada di Cigading, Ciwandan, tidak bisa dilewati kendaraan,” ujar Lutfi.
Mureks mencatat bahwa kondisi ini juga sempat memicu kepadatan kendaraan dari arah Cilegon menuju Anyer akibat penutupan jalur tersebut.
Penyebab Banjir: Drainase Buruk dan Tersumbat
Lutfi menjelaskan bahwa Jalan Lingkar Selatan merupakan ruas jalan yang rawan banjir, terutama saat hujan deras atau turun dalam durasi lama. Hal ini disebabkan oleh kondisi drainase di kawasan tersebut yang berukuran kecil dan banyak yang tersumbat.
“Kalau kasus Ciwandan ini, kalau hujan seharian atau semalaman pasti banjir karena drainasenya kecil dan tersumbat,” tegas Lutfi.
Selain masalah drainase, banyaknya aktivitas industri di Cilegon turut memperparah kondisi banjir. Menurut Lutfi, aliran air hujan di kawasan tersebut kini tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai ke laut.
“Dulu pembuangan air ke laut. Sekarang karena banyak pabrik, jalur pembuangan air hujan tidak ada. Jalur pembuangan ke laut sudah ditutup,” ungkapnya.






