SERANG – Lebih dari 1.000 rumah di Kota Serang, Banten, terendam banjir pada Sabtu, 3 Januari 2026. Bencana ini disebut terjadi akibat alih fungsi lahan di bantaran sungai yang menyebabkan penyempitan drastis badan air. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa pelanggaran tata ruang menjadi pemicu utama banjir yang melumpuhkan sejumlah fasilitas umum dan merendam 1.023 rumah warga.
Menurut Budi, kondisi sungai yang semula memiliki lebar 15 meter kini menyusut hingga hanya satu meter di beberapa titik. “Kali yang aslinya lebar 15 meter, lama-lama ujungnya menjadi satu meter. Ini ada oknum warga melakukan pelanggaran tata ruang dengan mengalihkan fungsi sungai,” ujar Budi usai meninjau lokasi banjir, Sabtu (3/1/2026).
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Ia menjelaskan, penyempitan ini mengubah fungsi sungai besar menjadi sekadar saluran drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air, sehingga dampak banjir kali ini lebih parah dari sebelumnya. Merespons situasi tersebut, Budi telah menginstruksikan para camat dan jajaran terkait untuk segera mendata bangunan liar di bantaran sungai. Penertiban ditargetkan akan dimulai pada pekan depan.
“Saya minta minggu depan sudah mulai eksekusi, silahkan didata dan segera disosialisasikan Pak Camat, sesegera mungkin karena ini berdampak kepada masyarakat yang tidak bersalah,” tegas Budi.
Ribuan Jiwa Terdampak dan Fasilitas Umum Terendam
Mureks mencatat bahwa data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menunjukkan banjir berdampak pada 1.087 Kepala Keluarga (KK) atau total 3.033 jiwa. Kecamatan Kasemen menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan ketinggian air sempat mencapai 100 cm di Lingkungan Baru Bugis.
Dampak penyempitan saluran air ini juga meluas hingga merendam fasilitas kesehatan, gedung sekolah, bahkan Masjid Agung Banten Lama. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, dalam laporannya pada Sabtu (3/1/2026) pagi, menyebutkan banjir dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1/2026) malam.
“Berdasarkan data sementara hingga pukul 04.25 WIB tercatat 12 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 Kepala Keluarga (KK),” kata Diat.
BPBD Kota Serang merinci, beberapa titik banjir di Kecamatan Kasemen antara lain Lingkungan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, dan Cikedung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, sementara proses pendataan dan evakuasi korban terus berlangsung di lokasi-lokasi yang masih tergenang.






