Tren

Meski Tegang, Harga Minyak Dunia Stabil di US$63 per Barel, Pemerintah Pantau Ketat Dampak Konflik AS-Venezuela

JAKARTA – Ketegangan politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang kian meningkat belum menggoyahkan harga minyak dunia secara signifikan. Hingga Selasa, 06 Januari 2026, harga minyak masih bertahan di level relatif rendah, sekitar 63 dolar AS per barel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menegaskan bahwa eskalasi ini belum berdampak langsung terhadap harga minyak impor Indonesia. Pemerintah, menurut Airlangga, terus memantau dinamika yang terjadi antara kedua negara.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“Harga minyak kita monitor, kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi,” ujar Airlangga usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1).

Mureks mencatat bahwa Venezuela, sebagai salah satu sumber minyak dunia, memiliki peran penting dalam pergerakan harga global. Oleh karena itu, eskalasi tensi politik antara AS dan Venezuela berpotensi besar mengubah arah pasar. Risiko gangguan pasokan energi dapat memicu spekulasi dan mendorong harga minyak melambung dalam waktu singkat.

Di tengah situasi ini, ekspor minyak Venezuela dilaporkan lumpuh akibat operasi militer AS di negara tersebut. Laporan Reuters, mengutip empat sumber anonim, menyebutkan bahwa ekspor minyak Venezuela anjlok ke jumlah minimum di tengah blokade Presiden AS Donald Trump terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi.

Sumber-sumber tersebut juga mengungkapkan kepada Reuters bahwa para kapten pelabuhan belum menerima permintaan izin keberangkatan bagi kapal-kapal bermuatan. Data dari layanan pelacakan kapal TankerTrackers turut mencatat sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela, yang seharusnya dikirim ke Amerika Serikat dan Asia, belum berlayar.

Sementara itu, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan bahwa aset minyak mereka di Venezuela tidak terdampak oleh serangan Amerika Serikat. PIEP diketahui menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset operasional di Venezuela.

Mureks