Memasuki awal tahun 2026, Netflix kembali memanjakan para pelanggannya dengan gelombang film dan serial baru. Pada Hari Tahun Baru saja, layanan streaming raksasa ini menambahkan 30 judul baru ke dalam perpustakaan kontennya. Jumlah yang melimpah ini tentu membuat banyak penonton bingung memilih tontonan berkualitas.
Untuk membantu Anda menyaring pilihan, tim redaksi Mureks telah mengkurasi empat film yang baru tayang di Netflix pada Januari ini. Keempat film ini tidak hanya mendapatkan pujian kritis, tetapi juga meraih skor impresif di atas 90% pada situs agregator ulasan film terkemuka, Rotten Tomatoes. Meskipun selera pribadi bisa berbeda, skor ulasan dapat menjadi panduan umum untuk menemukan tontonan yang bermutu.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Berikut adalah empat film baru di Netflix yang direkomendasikan Mureks untuk Anda tonton sekarang:
12 Years a Slave (2013)
Rotten Tomatoes: 95%
Musim penghargaan Oscar kembali terasa, dengan nominasi Academy Awards ke-98 yang akan diumumkan akhir bulan ini. Momen ini sangat tepat untuk kembali menyaksikan salah satu pemenang Film Terbaik paling layak di era 2010-an, “12 Years a Slave”. Drama yang menyayat hati ini didasarkan pada kisah nyata Solomon Northup, seorang pria bebas yang diculik dan dijual sebagai budak pada abad ke-19.
Film ini dibintangi oleh Chiwetel Ejiofor sebagai Northup, bersama Lupita Nyong’o yang memenangkan Aktris Pendukung Terbaik atas penampilannya yang memukau dan menghancurkan emosi sebagai budak bernama Patsey. Berlatar tahun 1841, Northup yang merupakan seorang pemain biola sukses di New York, ditipu oleh dua pria, dibius, diculik, dan dijual sebagai budak. Ia kemudian diangkut ke wilayah Selatan Amerika Serikat.
Northup menderita kesulitan dan kekejaman tak terbayangkan di tangan pemilik perkebunan (Michael Fassbender). Ia menghabiskan lebih dari satu dekade dalam belenggu, bermimpi untuk kembali kepada istri dan anak-anaknya. Meskipun penderitaannya mengerikan dan drama ini seringkali sulit ditonton, “12 Years a Slave” tidak sepenuhnya tanpa harapan, dan penolakan Northup untuk menyerah pada keputusasaan benar-benar menginspirasi.
Free Solo (2018)
Rotten Tomatoes: 97%
“Free Solo” adalah salah satu film dokumenter favorit sepanjang masa dan merupakan pendatang baru di Netflix yang sangat tepat waktu. Akhir bulan ini, layanan streaming tersebut akan menyiarkan “Skyscraper Live”, sebuah acara yang akan menampilkan pemanjat tebing kelas dunia Alex Honnold mencoba mendaki gedung pencakar langit 101 lantai di Taipei tanpa menggunakan tali pengaman. Ini menjadikan sekarang waktu yang tepat untuk menonton “Free Solo”, karena dokumenter visual yang menakjubkan ini memperkenalkan Honnold kepada banyak orang.
Film dokumenter ini mengikuti Honnold saat ia berusaha menjadi orang pertama di dunia yang mendaki El Capitan di Taman Nasional Yosemite. Ini adalah tantangan berat dalam keadaan normal, tetapi ia mencoba menyelesaikan pendakian tanpa tali pengaman (free soloing). Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Dokumenter ini mencakup pelatihan dan upayanya untuk mencapai tujuan yang tampaknya mustahil, serta mengeksplorasi apa yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas berbahaya tersebut. Film ini juga menyajikan pemandangan yang benar-benar menakjubkan.
Green Room (2016)
Rotten Tomatoes: 90%
“Green Room” adalah pilihan tepat jika Anda mencari thriller gelap yang sangat intens bulan ini. Film ini dikenal karena kekerasan grafisnya, tingkat ketegangan yang tinggi, dan juga sebagai film terakhir yang dirilis selama hidup bintang Anton Yelchin, yang meninggal secara tragis beberapa bulan setelah debut teater film tersebut pada tahun 2016. Jika Anda menyukai film thriller yang cukup brutal, maka “Green Room” memiliki banyak hal untuk ditawarkan, tidak terkecuali penampilan mengerikan dari Patrick Stewart yang biasanya ramah.
Kisah ini berpusat pada The Ain’t Rights, sebuah band punk yang dijadwalkan tampil di sebuah bar terpencil. Setelah mereka mengetahui bahwa tempat tersebut sebenarnya adalah tempat pertemuan kelompok supremasi kulit putih lokal, mereka ingin segera berkemas dan pergi. Namun, ketika mereka menyaksikan salah satu anggota kelompok tersebut membunuh seorang gadis, mereka terjebak di ruang ganti (green room) belakang panggung dan dipaksa untuk berjuang demi kelangsungan hidup melawan para skinhead dan pemimpin mereka, Darcy (Patrick Stewart).
District 9 (2009)
Rotten Tomatoes: 90%
Pada tahun 2009, sutradara Neill Blomkamp meledak di kancah fiksi ilmiah dengan “District 9”, sebuah film aksi yang kuat dan menetapkan standar tinggi yang belum pernah dicapai kembali oleh sang pembuat film. Film fiksi ilmiah yang berdampak ini, yang mengeksplorasi tema xenofobia dan segregasi melalui lensa makhluk luar angkasa, begitu sukses sehingga bahkan meraih nominasi Film Terbaik di Oscar. Ini adalah pencapaian yang jarang terjadi dalam genre fiksi ilmiah, yang seringkali diabaikan secara kriminal oleh Academy.
Film ini berlatar di Afrika Selatan alternatif di mana sebuah pesawat ruang angkasa besar melayang di atas Johannesburg. Kapal tersebut berisi jutaan makhluk mirip serangga, yang secara kasar dijuluki “Prawns”. Makhluk-makhluk dari dunia lain ini ditempatkan di sebuah kamp kumuh bernama District 9, yang kemudian menjadi komunitasnya sendiri. Wawasan kita tentang masyarakat alien ini adalah seorang agen pemerintah, Wikus van der Merwe (Sharlto Copley), yang terpapar cairan alien yang perlahan mengubahnya menjadi “Prawn”. Kini, ia berpacu dengan waktu untuk menemukan obat dan mengungkap skema jahat Multi-National United Corp.






