Keluarga Malachi James, remaja 14 tahun yang tewas dalam insiden tabrak lari melibatkan Tesla Cybertruck pada malam Natal, mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melarang kendaraan listrik futuristik tersebut beroperasi di jalan umum. Mereka menyoroti desain Cybertruck yang dianggap terlalu besar dan berbahaya.
Tragedi Malam Natal dan Tuntutan Keluarga
Malachi James meninggal dunia setelah mobil Toyota Corolla yang ditumpanginya ditabrak oleh pengemudi Cybertruck yang diduga masuk ke jalur berlawanan. Insiden tragis ini memicu seruan keras dari keluarga korban.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Royael Saez, bibi Malachi, menyatakan kepada WTNH, “We are going to do our best to look at some ways to see if we can get them removed from the streets. We don’t believe in something like this; this is a tank.” Keluarga berpendapat bahwa Cybertruck terlalu besar dan cepat untuk berbagi jalan dengan lalu lintas normal.
Saez menambahkan, “From our understanding, it’s already banned all over Paris, so obviously they know something like this shouldn’t be on the road.” Pernyataan ini merujuk pada kekhawatiran serupa yang sebelumnya diungkapkan otoritas Jerman, yang menilai Cybertruck terlalu tidak aman untuk dijual di Eropa.
Standar Keselamatan dan Berat Kendaraan
Meskipun Cybertruck memenuhi standar keselamatan AS dan meraih peringkat bintang lima dari National Highway Traffic Administration (NHTSA), para ahli menyoroti ukuran dan beratnya sebagai faktor signifikan dalam tingkat keparahan kecelakaan.
Dr. Eric Jackson dari Connecticut Transportation Institute menjelaskan, “They are very large vehicles, they are very heavy vehicles…a unibody structure, so it’s one solid frame throughout.” Ia juga menyebutkan bahwa Cybertruck dilengkapi 11 kamera yang merekam data sensor selama tabrakan, membantu penyelidik menganalisis insiden.
Menurut catatan Mureks, model Cybertruck teringan memiliki bobot 6.634 pon (sekitar 3.009 kg) berdasarkan informasi dari situs web Tesla. Angka ini menunjukkan bahwa Cybertruck bukanlah satu-satunya kendaraan berat di jalan.
Perbandingan dengan Kendaraan Lain dan Isu Umum
Kekhawatiran keluarga James memang terfokus pada Cybertruck, namun kendaraan lain dengan ukuran dan bobot serupa juga banyak beredar. Rivian R1T, misalnya, memiliki bobot sekitar 6.800 pon. Pikap standar dari Ford, GM, dan Stellantis juga dapat memiliki bobot yang sama atau bahkan lebih berat.
Truk heavy-duty seperti Ford F-350, GMC Sierra 3500 HD, dan RAM 3500 bahkan bisa melebihi 7.000 pon dan secara signifikan lebih besar dari Cybertruck mana pun. Secara umum, kendaraan yang lebih berat cenderung memiliki performa pengereman, penanganan, dan visibilitas yang lebih buruk dibandingkan kendaraan komuter sehari-hari.
Para kritikus sering menyoroti desain sudut tajam Cybertruck, namun realitasnya adalah semua truk besar mungkin memerlukan pengawasan lebih ketat terkait keselamatan di jalan.
Perkembangan Kasus Hukum
Terkait kasus yang merenggut nyawa Malachi James, polisi telah menahan tersangka. Tersangka diketahui memiliki 11 kasus yang tertunda sebelumnya, termasuk satu kasus mengemudi sembrono.
Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan tersangka melaju kencang dan menyalip kendaraan di jalur berlawanan beberapa saat sebelum tabrakan fatal terjadi. Perilaku mengemudi semacam itu, menurut tim redaksi Mureks, sangat berbahaya terlepas dari jenis kendaraan yang digunakan.






