Volkswagen (VW) baru saja membocorkan detail SUV flagship terbarunya, ID. Era 9X, melalui dokumen kementerian di Tiongkok. Kendaraan ini mengejutkan dengan dimensi masif dan adopsi teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV), menandai strategi VW untuk menarik konsumen yang masih ragu terhadap mobil listrik murni.
ID. Era 9X merupakan hasil kolaborasi antara SAIC-Volkswagen dan diposisikan sebagai raksasa baru di segmen SUV. Dengan panjang mencapai 5.207 mm, mobil ini secara fisik lebih besar dibandingkan BMW X7 atau VW Atlas (Teramont). Jarak sumbu roda (wheelbase) yang mencapai 3.070 mm memungkinkan konfigurasi interior 6-kursi (2+2+2), menawarkan ruang kaki super lega yang menyasar segmen keluarga kelas atas dan eksekutif.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Berbeda dengan seri ID lainnya yang merupakan mobil listrik murni (BEV), ID. Era 9X mengusung teknologi EREV. Artinya, mobil ini dilengkapi dengan mesin bensin 1.5L Turbo yang berfungsi eksklusif sebagai genset untuk mengisi daya baterai saat level energi rendah. Roda kendaraan selalu digerakkan oleh motor listrik, memastikan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik.
Tersedia pilihan penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga 295 dk, serta varian tertinggi All-Wheel Drive (AWD) yang mampu menyuguhkan tenaga gabungan hingga 510 dk. Bergantung pada jenis baterainya, ID. Era 9X mampu melaju sejauh 267 km hingga 340 km hanya dengan tenaga baterai, sebelum mesin bensin mulai bekerja untuk memperpanjang jarak tempuh.
Secara visual, ID. Era 9X mengadopsi bahasa desain modern dengan garis halus yang aerodinamis. Di bagian depan, terdapat bar LED horizontal yang melintasi fascia, lengkap dengan logo VW berpendar. Teknologi sensor otonom dan radar disembunyikan dengan rapi di balik panel bodi untuk menjaga estetika tetap bersih. Sementara itu, di bagian buritan, lampu belakang LED melintang memberikan kesan lebar dan kokoh pada bodi mobil.
Menurut pantauan Mureks, kehadiran ID. Era 9X merupakan strategi agresif VW untuk menantang dominasi pemain lokal seperti Li Auto L9 di Tiongkok. Efisiensi bahan bakarnya pun tergolong impresif untuk mobil berukuran jumbo, yakni hanya sekitar 5,95 liter per 100 km saat beroperasi dalam mode pengisi daya.
Mobil ini dijadwalkan akan meluncur secara resmi di gelaran Beijing Auto Show 2026 pada April mendatang. Meskipun awalnya dikembangkan khusus untuk pasar Tiongkok, catatan Mureks menunjukkan bahwa inovasi ini menjadi sinyal kuat bahwa VW mulai serius menggarap pasar hybrid jarak jauh secara global.






