Kenaikan harga suku cadang kendaraan belakangan ini mendorong banyak pemilik mobil, khususnya yang berusia di atas lima tahun, untuk mencari alternatif. Salah satu pilihan yang kerap dilirik adalah penggunaan spare part sisa stok lama. Namun, langkah ini memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak justru menimbulkan masalah baru yang berujung pada biaya perbaikan lebih mahal.
Agus, pengelola bengkel Dua Sekawan Sulaeman di Jakarta Barat, menekankan bahwa suku cadang lama masih layak digunakan asalkan asal-usulnya jelas. Menurutnya, banyak stok lama yang dikumpulkan dari rekanan dan pasar onderdil, terutama saat pasokan komponen baru sulit didapat. “Yang penting tahu barangnya dari mana dan kondisinya seperti apa. Kalau asal pasang karena murah, risikonya besar,” ujar Agus saat ditemui pada Jumat (9/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pentingnya Pemeriksaan Kondisi Fisik dan Spesifikasi
Penggunaan spare part sisa stok lama tidak bisa sembarangan. Pemilik mobil wajib memastikan komponen tersebut masih sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Komponen yang disimpan bertahun-tahun berpotensi mengalami penurunan kualitas, terutama yang berbahan karet, seal, atau yang berkaitan dengan fluida transmisi.
Pemeriksaan visual menjadi langkah awal yang krusial. Pastikan tidak ada karat berlebihan, retak, atau bekas benturan pada komponen. Untuk suku cadang transmisi otomatis, kebersihan dan keutuhan bagian dalam menjadi faktor yang sangat penting, sebab kerusakan kecil sekalipun dapat berdampak besar pada kinerja transmisi.
Pilih Penjual dan Bengkel Tepercaya
Agus juga mengingatkan pentingnya memilih bengkel atau penjual yang sudah memiliki reputasi baik dan tepercaya. Ia mengaku masih sering diminta mencarikan spare part tertentu oleh pelanggan karena faktor kepercayaan, meskipun stok di bengkelnya sudah terbatas dan sebagian besar merupakan sisa stok lama.
“Kalau yang minta orang dikenal, saya cariin ke rekan. Kalau tidak, saya juga harus jaga kepercayaan. Nama baik itu mahal,” katanya, menegaskan nilai integritas dalam bisnis suku cadang. Dalam ringkasan Mureks, transparansi dari penjual dan pemahaman dari pemilik mobil menjadi kunci utama agar penggunaan spare part sisa stok lama tetap aman dan tidak merugikan di kemudian hari.
Pemilik kendaraan disarankan untuk tidak ragu menanyakan riwayat dan fungsi suku cadang yang akan digunakan. Dengan demikian, risiko kerusakan atau masalah baru pada kendaraan dapat diminimalisir, sekaligus menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan keselamatan dan performa.






