Kedutaan Besar Palestina secara resmi mulai beroperasi di London, Inggris, pada Senin (5/1/2026), menandai peningkatan status diplomatik penuh dari sebelumnya ‘Misi Palestina untuk Inggris’. Peresmian ini menegaskan pengakuan Inggris terhadap negara Palestina yang telah dilakukan sejak September tahun lalu.
Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, secara langsung meresmikan kedutaan tersebut dengan membuka plakat resmi di London. Perubahan nama dari ‘Misi Palestina untuk Inggris’ menjadi ‘Kedutaan Besar Negara Palestina’ menggambarkan status diplomatik yang lebih tinggi dan pengakuan penuh.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dalam pidatonya, Zomlot menyampaikan pesan harapan dan keteguhan. “Ini adalah hari harapan, hari keteguhan, dan hari yang mengingatkan dunia bahwa perdamaian tidak hanya mungkin, tetapi juga tak terhindarkan, ketika berakar pada keadilan, martabat, dan kesetaraan,” ujar Zomlot, seperti dilaporkan Anadolu dan dimuat Middle East Monitor (MEM).
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan kedutaan ini sebagai simbol identitas. “Kedutaan ini merupakan bukti bahwa identitas kami tidak dapat disangkal, kehadiran kami tidak dapat dihapus, dan hidup kami tidak dapat diremehkan,” tambahnya.
Inggris sendiri telah secara resmi mengakui negara Palestina pada bulan September 2025. Setelah pengakuan tersebut, bendera Palestina dikibarkan di atas misi diplomatik di London Barat, sebuah langkah simbolis yang mendahului peresmian kedutaan ini. Mureks mencatat bahwa langkah ini merupakan puncak dari upaya diplomatik yang panjang.
Di hadapan para pejabat senior Inggris, anggota korps diplomatik, dan perwakilan komunitas Palestina, Zomlot menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Inggris atas nama presiden Palestina dan seluruh rakyatnya. Ia menegaskan bahwa peresmian ini adalah hasil dari perjuangan selama seabad.
“Bagi suatu bangsa yang ditolak hak penentuan nasib sendiri selama lebih dari satu abad, ini adalah momen monumental,” kata Zomlot. “Hari ini, komunitas Palestina di Inggris memiliki rumah kedua, sepotong Palestina di tanah Inggris,” lanjutnya.
Zomlot juga menegaskan kembali komitmen Palestina terhadap perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan hukum internasional, pengakhiran pendudukan Israel, dan pemenuhan hak-hak pengungsi Palestina.






