Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana untuk melancarkan serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba. Pernyataan ini disampaikan menyusul serangkaian operasi maritim yang telah berlangsung di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia.
Dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat, Trump secara spesifik menyinggung kartel narkoba di Meksiko sebagai target utama. “Kita akan memulai sekarang, melancarkan serangan darat terkait kartel-kartel tersebut. Kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko,” tegas Trump.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Latar Belakang dan Eskalasi Operasi AS
Meski tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai operasi darat yang dimaksud, rencana ini menandai potensi eskalasi militer AS yang signifikan di kawasan tersebut, terutama jika menyasar Meksiko. Sebelumnya, AS telah meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Venezuela, yang puncaknya adalah penangkapan pemimpin Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu.
Sebagai bagian dari kampanye menekan Venezuela, tim redaksi Mureks mencatat bahwa AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba. Operasi ini, yang berlangsung sejak September lalu di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia, telah menewaskan lebih dari 100 orang. Trump juga pernah menyatakan bahwa pasukan AS telah melakukan serangan darat terhadap area dermaga di Venezuela yang digunakan oleh kapal-kapal pengangkut narkoba.
Reaksi dari Kawasan
Rencana intervensi militer AS ini menuai reaksi keras dari negara-negara di kawasan. Pemerintah interim di Caracas mengecam tindakan AS terhadap Venezuela, menyebutnya sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.
Sementara itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin (5/1) waktu setempat, menegaskan bahwa benua Amerika “bukan milik” kekuatan mana pun. Pernyataan Sheinbaum ini muncul setelah Trump menyinggung “dominasi” Washington di belahan Bumi tersebut pasca-penangkapan Maduro. Trump sendiri pada Minggu (4/1) sebelumnya mengaku telah mendesak Sheinbaum untuk mengizinkan pasukan AS masuk ke Meksiko guna menangani kartel narkoba, sebuah tawaran yang telah ditolak oleh Sheinbaum.






