Kardinal Ignatius Suharyo menyoroti kontradiksi antara kehendak ilahi dan tindakan manusia dalam perayaan Natal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2025. Uskup Agung Jakarta itu menegaskan bahwa “Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan,” sebuah pesan yang disampaikan di hadapan ribuan jemaat dan pejabat.
Acara bertajuk ‘Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI’ ini berlangsung meriah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Barat, pada Jumat, 9 Januari 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir dalam perayaan tersebut.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dalam pesannya, Kardinal Suharyo menggunakan perumpamaan tentang seorang gembala yang memiliki kambing hitam dan domba putih. Ia menceritakan bagaimana gembala tersebut memberikan perlakuan yang berbeda pada kedua hewan peliharaannya.
“Yang hitam, saya beri rumput satu hari satu keranjang. Yang putih saya beri rumput 2 kali setengah keranjang,” ujar Suharyo, menirukan perkataan gembala. Ia melanjutkan, “Kambing hanya digembalakan seminggu sekali, sementara domba digembalakan 7 hari sekali.”
Perbedaan perlakuan ini memicu pertanyaan dari seorang warga kota yang melihatnya. “Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?” tanya orang kota tersebut, seperti yang dikisahkan Suharyo.
Gembala itu kemudian menjawab dengan tenang, “Yang mana?” Ketika ditanya lagi, “Yang hitam,” gembala itu menegaskan, “Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya.”
Suharyo kemudian menjelaskan makna di balik perumpamaan tersebut. “Inilah pesan kita semua. Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ketika pemerintah berupaya menjaga persatuan, persaudaraan, dan persamaan, masyarakat harus membiarkan diri dikuasai oleh kehendak Allah. “Karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan,” tutup Suharyo.
Catatan Mureks menunjukkan, pesan persatuan ini relevan dengan kondisi sosial yang kerap diwarnai oleh perbedaan.
Sebelumnya, Kardinal Ignatius Suharyo juga diketahui aktif dalam kegiatan keagamaan lain, termasuk saat Suka Cita Natal di Meja Makan (Santa) yang digelar di Gereja Katedral, Jakarta, pada Sabtu, 27 Desember 2025.






