Nasional

Kalapas Besi: “Litmas Instrumen Utama Nilai Perkembangan WBP Objektif dan Komprehensif”

Nusakambangan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan menggelar kegiatan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) bagi 120 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis, 08 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan penguji dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Nusakambangan dan berlangsung di aula Lapas Besi.

Litmas merupakan bagian krusial dari proses pemenuhan hak integrasi serta penilaian pembinaan WBP. Pelaksanaannya dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Nusakambangan melalui serangkaian tahapan komprehensif.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Tahapan tersebut meliputi wawancara mendalam, pendalaman data pribadi, penelusuran riwayat tindak pidana, hingga evaluasi perkembangan sikap dan perilaku WBP selama menjalani masa pembinaan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan WBP dalam mengikuti program pembinaan lanjutan maupun pengusulan hak integrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kalapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Muda Husni, menegaskan pentingnya Litmas dalam sistem pemasyarakatan. “Litmas menjadi instrumen utama dalam menilai perkembangan WBP secara objektif dan komprehensif. Kami berharap melalui kegiatan ini, setiap WBP dapat memperoleh penilaian yang adil sebagai dasar pengambilan keputusan terkait program pembinaan dan integrasi,” ujar Muda Husni, seperti yang Mureks catat.

Senada dengan itu, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Nusakambangan, Ayom, menekankan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Litmas. “Kami berupaya menggali data secara menyeluruh dan objektif agar hasil litmas benar-benar mencerminkan kondisi WBP, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan yang tepat dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ungkap Ayom.

Sinergi antara Lapas Besi dan Bapas Nusakambangan melalui kegiatan Litmas ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan. Upaya ini juga diharapkan dapat mendorong terwujudnya tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk WBP menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Mureks