Sejumlah ruas jalan di Desa Duo Koto, Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, masih ambles dan tidak dapat dilalui. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025 lalu.
Pantauan Mureks di lokasi pada Jumat (2/1/2026), menunjukkan beberapa titik di Jalan Duo Koto yang berada di tepi sungai berarus deras telah hilang dan terbawa arus banjir. Kini, bagian bawah jalanan tersebut dipenuhi oleh bebatuan besar.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Kerusakan parah ini mengakibatkan kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan akses utama keluar masuk desa. Pengendara sepeda motor pun harus ekstra hati-hati mengingat tidak adanya pembatas yang jelas antara jalan dan sungai yang berarus deras.
Selain akses jalan, banjir bandang juga menghanyutkan jembatan penghubung, membuat warga kesulitan menyeberangi sungai. Sebagai solusi sementara, warga bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan kayu dan batang pohon.
Lebih dari sebulan pascabencana, belum terlihat adanya upaya perbaikan signifikan terhadap jalan yang ambles tersebut. Azri, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian masyarakat.
“Efeknya pertama ekonomi. Yang kedua, untuk pertanian airnya gak bisa,” ucap Azri saat ditemui di lokasi pada Jumat (2/1/2026).
Azri menjelaskan bahwa jalan yang rusak tersebut merupakan jalur utama pengiriman logistik dari wilayah bawah bukit menuju ke atas. “Harapannya kalau minta bapak dibenahi lah, dibenahi sebisa mungkin,” tambahnya, menyerukan perbaikan segera.
Selain jalan, Azri juga menyebutkan bahwa banyak rumah warga yang hanyut terbawa banjir. Beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan parah dan nyaris ikut ambles. Menurutnya, rumah-rumah yang hanyut sebagian besar berada di tepi Danau Singkarak, tempat sungai tersebut bermuara.
“Yang lebih dahsyat belah bawah,” jelas Azri menggambarkan tingkat kerusakan di area hilir.
Mureks mencatat bahwa kondisi jalanan yang ambles membentang sepanjang sekitar 200 meter. Saat tim redaksi Mureks mengunjungi lokasi, aliran sungai tampak sangat deras dengan air berwarna cokelat pekat.






