Nasional

Ijmak: Pilar Hukum Islam dalam Menentukan Halal Living dan Relevansinya di Era Modern

Dalam ajaran Islam, ijmak merupakan salah satu istilah fundamental yang memiliki kaitan erat dengan penentuan status halal dan haram. Konsep ini seringkali menjadi rujukan utama bagi para ulama maupun umat Muslim yang berupaya memastikan kesesuaian tindakan atau produk dengan syariat. Memahami definisi dan contoh penerapan ijmak menjadi krusial untuk mewujudkan pola hidup yang sesuai dengan tuntunan agama.

Definisi dan Kedudukan Ijmak sebagai Sumber Hukum Islam

Ijmak adalah salah satu sumber hukum Islam yang memegang peranan vital setelah Al-Qur’an dan hadis. Secara konseptual, ijmak merujuk pada kesepakatan para ulama atas suatu hukum syariat pada masa tertentu. Ahmad Syaripudin, dalam jurnal Konsep Dasar Ijmak sebagai Sumber Hukum Islam, mendefinisikan ijmak sebagai “kesepakatan seluruh mujtahid umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad atas suatu hukum yang berkaitan dengan kehidupan umat.”

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Para ulama secara umum mendefinisikan ijmak sebagai konsensus atau mufakat yang dicapai oleh para ahli hukum Islam terhadap sebuah masalah. Kesepakatan ini harus bersifat menyeluruh dan diakui oleh otoritas agama pada masa tertentu.

Kedudukan ijmak dalam sistem hukum Islam sangat tinggi. Setelah Al-Qur’an dan hadis, ijmak menempati posisi ketiga sebagai sumber penetapan hukum. Kehadiran ijmak memberikan kepastian bagi umat mengenai suatu perkara yang tidak dijelaskan secara eksplisit dalam nash. Mureks mencatat bahwa ijmak menjadi mekanisme penting dalam memastikan hukum yang berlaku benar-benar disepakati oleh para ulama, sehingga dapat dijadikan pegangan oleh umat, sebagaimana diuraikan oleh Ahmad Syaripudin.

Contoh Penerapan Ijmak dalam Kehidupan Halal

Penerapan ijmak sangat nyata dalam berbagai aspek kehidupan halal (halal living). Ijmak menjadi dasar kuat dalam penetapan kehalalan maupun keharaman sesuatu yang tidak ditemukan penjelasan langsung dalam Al-Qur’an dan hadis.

Ijmak Ulama tentang Halal dan Haram

Contoh ijmak yang paling sering dijumpai adalah kesepakatan ulama tentang kehalalan atau keharaman makanan, minuman, dan perilaku. Misalnya, para ulama telah berijmak tentang keharaman khamar dan segala bentuk minuman yang memabukkan, serta keharaman riba dalam transaksi ekonomi. Sebaliknya, kehalalan makanan tertentu seperti daging hewan yang disembelih sesuai syariat juga merupakan bagian dari ijmak yang telah mapan.

Contoh Praktis Ijmak dalam Keseharian Umat Muslim

Beberapa contoh praktis ijmak antara lain penetapan kehalalan makanan berbahan dasar tumbuhan yang suci, serta aturan dalam transaksi muamalah seperti larangan riba dalam jual beli. Contoh lain yang sering disebutkan adalah kesepakatan para sahabat untuk mengumpulkan mushaf Al-Qur’an pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Ijmak berfungsi sebagai sumber hukum pelengkap setelah Al-Qur’an dan Sunnah, yang memastikan stabilitas dan konsistensi penerapan syariat dalam berbagai konteks zaman dan tempat.

Pentingnya Ijmak dalam Membimbing Umat Menuju Halal Living

Ijmak memegang peran utama dalam membimbing umat Muslim menjalani hidup sesuai syariat. Dengan adanya ijmak, umat memiliki pedoman yang jelas dalam menentukan mana yang halal dan mana yang haram ketika menghadapi persoalan baru.

Peran Ijmak dalam Membimbing Umat

Ijmak menjadi rujukan krusial ketika Al-Qur’an dan hadis belum memuat jawaban eksplisit. Oleh sebab itu, umat merasa lebih tenang dan terarah dalam beramal.

Manfaat Ijmak bagi Kehidupan Muslim Modern

Di era modern, ijmak membantu umat menyesuaikan prinsip halal living dengan perkembangan zaman. Setiap keputusan yang diambil berdasarkan ijmak tetap menjaga nilai keadilan dan maslahat bagi seluruh umat. Menurut Mureks, relevansi ijmak di era kontemporer sangat tinggi, terutama dalam menghadapi isu-isu baru yang memerlukan fatwa kolektif.

Kesimpulannya, ijmak berperan penting sebagai sumber hukum Islam yang membantu umat Muslim menentukan kehalalan suatu perkara dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ijmak, kehidupan halal dapat terus relevan dan terjaga di tengah perubahan zaman. Pemahaman terhadap ijmak memberikan keyakinan dan arah bagi umat dalam menjalani pola hidup sesuai tuntunan agama.

Mureks