Keuangan

IHSG Melonjak 2,16% dalam Sepekan, Tembus Rekor Tertinggi dan Kapitalisasi Pasar BEI Sentuh Rp16.301 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada awal tahun 2026, periode 5-9 Januari. Indeks acuan ini berhasil menguat signifikan sebesar 2,16%, ditutup pada level 8.936,754 pada Jumat, 9 Januari 2026, setelah sempat menembus level psikologis 9.000.

Kinerja positif ini membawa kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut melonjak, mencapai Rp16.301 triliun. Angka ini meningkat 1,79% dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di Rp16.014 triliun.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

IHSG Cetak Rekor dan Tembus Level Psikologis

Menurut data BEI, penguatan IHSG pekan ini merupakan kelanjutan dari tren positif. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pada Rabu, 7 Januari 2026, indeks bahkan ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813.

“Kemudian pada Kamis (8/11/2026), IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92,” tulis Kautsar dalam siaran resmi yang dikutip Sabtu, 10 Januari 2026.

Aktivitas Transaksi Meningkat Tajam

Selain kenaikan indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas transaksi di BEI juga menunjukkan peningkatan yang substansial. Rata-rata volume transaksi harian pekan ini melesat 48,08% menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang menanjak 44,68% menjadi Rp31,45 triliun, dari Rp21,74 triliun. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut melesat 42,74% menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Dalam ringkasan Mureks, investor asing menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Pada Jumat, 9 Januari 2026, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp2,56 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, nilai beli bersih investor asing telah mencapai Rp3,1 triliun.

Pencatatan Obligasi dan Sukuk Baru

Di tengah geliat pasar saham, BEI juga mencatatkan penambahan instrumen utang baru. Sepanjang pekan ini, terdapat pencatatan tiga obligasi dan satu sukuk.

  • PT Eagle High Plantations Tbk. menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 senilai Rp210 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 senilai Rp290 miliar. Kedua surat utang ini mendapat peringkat idA- (Single A Minus) dan idA- sy (Single A Minus Syariah) dari Pefindo. Wali Amanat untuk penerbitan ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
  • PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 dengan nilai nominal Rp351,96 miliar. Obligasi ini memiliki peringkat idA+ (Single A Plus) dari Pefindo, dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar. Surat utang ini juga memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari Pefindo, dengan Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Catatan Mureks menunjukkan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sepanjang tahun 2026 adalah 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai total Rp216,97 triliun. Dengan penambahan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI kini berjumlah 662 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten.

Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.

Mureks