Keuangan

IHSG Melambung 2,16% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rekor Rp 16.301 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif sepanjang pekan perdagangan 5-9 Januari 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melambung 2,16 persen, ditutup pada level 8.936,75 dari posisi 8.748,13 pada pekan sebelumnya.

Kinerja positif ini juga mendorong kapitalisasi pasar BEI meningkat signifikan. Tercatat, kapitalisasi pasar naik 1,79 persen, mencapai Rp 16.301 triliun dari Rp 16.014 triliun pada pekan lalu.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa IHSG sempat menorehkan rekor baru. “Pada Rabu, 7 Januari 2026, IHSG ditutup dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada level 8.944,81. Kemudian pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92,” jelas Kautsar, dikutip pada Sabtu (10/1/2026).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti kenaikan IHSG yang disertai peningkatan volume pembelian. Menurutnya, beberapa sentimen domestik dan eksternal menjadi pendorong utama pergerakan positif ini.

Sentimen Pendorong dan Tantangan Pasar

Dari sisi domestik, rilis data makro Indonesia menunjukkan inflasi Desember 2025 naik menjadi 2,9 persen year-on-year (YoY) dari sebelumnya 2,72 persen YoY. Selain itu, cadangan devisa juga tercatat meningkat menjadi USD 156,6 miliar. Catatan Mureks menunjukkan, penguatan harga komoditas nikel turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan harga emiten di IHSG.

Namun, ada pula sentimen yang memicu kekhawatiran investor. Herditya menyebut memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela pada pekan ini, yang menyebabkan harga emas dunia cenderung menguat sebagai aset safe haven.

Herditya juga menambahkan, setelah mencapai area psikologis 9.000, IHSG cenderung bergerak volatile. “Hal tersebut wajar terjadinya pullback dan aksi ambil untung,” ujarnya.

Peningkatan Aktivitas Transaksi dan Peran Investor Asing

Kinerja positif IHSG juga tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi di BEI. Rata-rata volume transaksi harian bursa melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar saham, dari 41,72 miliar saham pada pekan sebelumnya. Serupa, rata-rata nilai transaksi harian BEI melompat 44,68 persen menjadi Rp 31,45 triliun dari Rp 21,74 triliun.

Frekuensi transaksi harian juga tidak ketinggalan, naik 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi dari 2,79 juta kali transaksi. Sementara itu, investor asing tercatat melakukan aksi beli saham senilai Rp 2,08 triliun pada pekan ini, menurun dari Rp 4,03 triliun pada pekan sebelumnya.

Proyeksi IHSG Pekan Depan

Untuk pekan depan, Herditya memprediksi IHSG masih berpotensi bergerak volatile. Ia menetapkan level support di 8.806 dan level resistance di 8.996. Sentimen yang akan memengaruhi pergerakan pasar meliputi rilis data inflasi Amerika Serikat dan China, serta pergerakan harga komoditas dunia yang diperkirakan cenderung melemah dalam jangka pendek.

Kontras dengan Kinerja Akhir Tahun Lalu

Kinerja positif pekan ini berbanding terbalik dengan kondisi akhir tahun 2025. Pada periode 22-24 Desember 2025, IHSG justru merosot 0,83 persen, ditutup pada posisi 8.537,91 dari 8.609,55. Kapitalisasi pasar juga terpangkas 1,17 persen menjadi Rp 15.603 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, kala itu menjelaskan, “IHSG masih negatif karena santa claus rally effect belum terlihat.” Ia menambahkan, saham konglomerasi dan konvensional, terutama bank berkapitalisasi besar, masih menguat, namun katalis domestik relatif minim tanpa rilis data ekonomi.

Pada periode tersebut, rata-rata frekuensi transaksi turun 2,23 persen, volume transaksi harian merosot 18,44 persen, dan nilai transaksi harian terpangkas 30,91 persen. Investor asing tercatat melakukan aksi beli saham Rp 4,03 triliun, lebih besar dari pekan sebelumnya yang Rp 3,27 triliun.

Mureks