Keuangan

Walmart Resmi Masuk Indeks Nasdaq 100 Mulai 20 Januari, Gantikan AstraZeneca Setelah Perpindahan Saham Terbesar

, raksasa ritel asal Amerika Serikat, akan resmi bergabung dengan indeks Nasdaq 100 mulai 20 Januari 2026. Masuknya Walmart ke dalam indeks bergengsi ini akan menggantikan posisi , perusahaan farmasi global.

Perubahan komposisi indeks tersebut diumumkan oleh Nasdaq Global Indexes pada Jumat, 9 Januari 2026. Implementasi perubahan ini akan berlaku efektif sebelum pembukaan perdagangan pada 20 Januari 2026, mengingat pasar saham AS akan tutup pada 19 Januari karena hari libur.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Langkah Walmart bergabung dengan Nasdaq 100 ini menyusul keputusan perusahaan pada tahun lalu untuk memindahkan pencatatan sahamnya dari New York Stock Exchange (NYSE) ke Nasdaq. Perpindahan ini tercatat sebagai transfer pencatatan saham terbesar dalam sejarah bursa efek.

Analis dari Jefferies Financial Group Inc. pada Desember lalu memperkirakan bahwa masuknya Walmart ke dalam Nasdaq 100 berpotensi memicu aliran dana hampir 19 miliar dollar AS. Dana tersebut diperkirakan berasal dari penyesuaian portofolio dana indeks dan produk reksa dana berbasis bursa (ETF) yang mengacu pada Nasdaq 100.

Sebelumnya, Walmart diperkirakan akan masuk ke dalam indeks tersebut pada rebalancing tahunan Desember. Namun, menurut catatan Mureks, waktu perpindahan pencatatan saham membuat perusahaan ini melewati batas waktu pengumpulan data pasar yang digunakan dalam proses rebalancing.

Perusahaan yang berkantor pusat di Bentonville, Arkansas, ini kini memiliki nilai kapitalisasi pasar mendekati 1 triliun dollar AS. Kenaikan nilai ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang stabil serta peningkatan pangsa pasar, seiring konsumen beralih ke kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, Walmart terus memperluas bisnis digitalnya. Bisnis e-commerce Walmart di Amerika Serikat diperkirakan mencapai titik profitabilitas pada tahun ini, didukung pertumbuhan pendapatan dari iklan, marketplace, dan layanan keanggotaan. Perusahaan juga meningkatkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai operasi internal, termasuk penjadwalan dan manajemen rantai pasok, serta mulai meluncurkan alat berbasis AI untuk konsumen melalui kemitraan dengan OpenAI.

Dalam tiga tahun terakhir, saham Walmart mencatatkan total return sebesar 146 persen. Sebaliknya, saham AstraZeneca hanya naik 42 persen pada periode yang sama. Keluarnya AstraZeneca dari Nasdaq 100 memperpanjang tren pelemahan saham perusahaan tersebut sejak mencapai puncaknya pada masa pandemi Covid-19, ketika penjualan vaksin mendorongnya masuk ke dalam indeks. Namun, kinerja sahamnya tertinggal setelah pendapatan vaksin menurun dan fokus investor beralih ke pengembangan obat obesitas oleh perusahaan pesaing.

Sebagai informasi, Nasdaq 100 adalah indeks pasar saham yang terdiri dari 100 perusahaan non-keuangan terbesar yang melantai di bursa efek Nasdaq. Indeks ini menjadi acuan bagi ratusan miliar dollar AS produk investasi. Hingga Desember 2025, lebih dari 600 miliar dollar AS aset tercatat mengikuti pergerakan Nasdaq 100 melalui ETF. Salah satunya adalah Invesco QQQ Trust Series 1 dengan dana kelolaan sekitar 408 miliar dollar AS, berdasarkan data Nasdaq. Sepanjang 2025, Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan sekitar 21 persen secara total return, melampaui S&P 500 yang naik 18 persen dan Dow Jones Industrial Average yang menguat 16 persen.

Mureks