Keuangan

IHSG Berpeluang Tembus 10.000 di Akhir 2026: Analis Ungkap Syarat dan Saham Pilihan

Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menembus level 10.000 pada akhir tahun 2026 memang terdengar ambisius. Namun, target tersebut dinilai masih berada dalam koridor realistis, mengingat kondisi pasar modal nasional yang kian matang.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi baru dengan kapitalisasi pasar yang telah menembus kisaran Rp 16.000 triliun. Pertumbuhan jumlah investor domestik yang konsisten, likuiditas pasar yang tetap terjaga, serta ketahanan IHSG di tengah tekanan global seperti suku bunga tinggi dan ketegangan geopolitik, menjadi indikator kuat kematangan pasar.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Memasuki awal tahun 2026, sentimen positif kembali menguat. Hal ini tercermin dari kenaikan IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026), di mana indeks ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke level 8.748,13.

“Untuk mencapai level psikologis 10.000, penguatan indeks tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan, bukan sekadar dorongan sentimen jangka pendek,” ujar Hendra lewat keterangan pers.

Faktor Pendorong IHSG Menuju 10.000

Menurut Hendra, sejumlah faktor utama berpotensi menjadi motor penggerak IHSG menuju level 10.000. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Pertumbuhan Laba Emiten: Terutama saham-saham berkapitalisasi besar, masih menjadi penopang utama pergerakan indeks.
  • Arus Dana Asing: Peluang kembalinya arus dana asing seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga global dapat mendorong aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
  • Stabilitas Makro Ekonomi Domestik: Tercermin dari inflasi terkendali, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, serta kebijakan fiskal yang kredibel, menjadi faktor penting menjaga kepercayaan investor.
  • Peningkatan Peran Investor Domestik: Kontribusi investor lokal yang terus meningkat.
  • Keberlanjutan IPO Berkualitas: Penawaran umum perdana saham berkualitas diyakini mampu memperdalam pasar dan menopang kenaikan kapitalisasi secara lebih sehat.

Mureks mencatat bahwa perdagangan saham pada Jumat (2/1/2026) diwarnai rotasi portofolio investor asing. Aliran dana asing tercatat masuk deras ke saham-saham sektor energi, pertambangan, dan logistik. Sebaliknya, saham-saham perbankan besar justru mengalami tekanan jual. Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,06 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, net buy asing mencapai Rp 1,14 triliun, sementara di pasar negosiasi dan pasar tunai tercatat jual bersih (net sell) Rp 72,78 miliar.

Sektor dan Saham Pilihan Analis

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG sepanjang tahun 2026 diperkirakan masih akan ditopang oleh sektor energi dan sumber daya alam, perbankan, infrastruktur, serta media dan konsumsi. Dalam konteks ini, Hendra menilai sejumlah saham menarik untuk dicermati secara selektif.

Saham-saham tersebut memiliki kombinasi valuasi yang relatif atraktif, katalis korporasi, dan sentimen yang mendukung. Salah satu saham yang direkomendasikan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 500.

Mureks