Keuangan

Harga Aluminium Tembus 3.000 Dollar AS per Ton, Tertinggi sejak 2022

Harga aluminium berhasil menembus level 3.000 dollar AS per ton pada Jumat (2/1/2026), menandai rekor tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Lonjakan signifikan ini, menurut pantauan Mureks, didorong oleh prospek pasokan global yang semakin ketat serta ekspektasi permintaan jangka panjang yang tetap solid.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga Aluminium

Mengutip laporan Bloomberg, pembatasan kapasitas peleburan di China menjadi salah satu faktor utama yang menggerus persediaan global aluminium. Selain itu, produksi di Eropa juga terbatas akibat tingginya harga listrik, menambah tekanan pada pasokan.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Di sisi permintaan, sektor konstruksi dan energi terbarukan secara konsisten menunjukkan prospek yang kuat, menjaga permintaan aluminium tetap tinggi. Mureks mencatat bahwa sepanjang tahun lalu, harga aluminium berjangka telah naik 17 persen, menjadikannya kenaikan tahunan terbesar sejak 2021.

Pergerakan Logam Dasar Lainnya

Kenaikan harga aluminium sejalan dengan pergerakan positif pada logam dasar lainnya di pasar komoditas. Harga tembaga, misalnya, kembali menguat pada Jumat setelah mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2009, juga dipicu oleh pasokan yang ketat.

Sementara itu, harga nikel melonjak setelah PT Vale Indonesia mengumumkan penghentian sementara aktivitas penambangan. Penghentian ini disebabkan oleh keterlambatan persetujuan rencana kerja dari otoritas terkait. Sepanjang 2025, sejumlah tambang di Indonesia, Chile, hingga Republik Demokratik Kongo mengalami kecelakaan, sementara kekhawatiran tarif mendorong pelaku pasar meningkatkan pengiriman ke Amerika Serikat.

Detail Perdagangan Terakhir

Pada perdagangan terakhir, Jumat (2/1/2026) pukul 17.31 waktu Singapura, harga tembaga naik 0,5 persen menjadi 12.487,00 dollar AS per ton, setelah sempat turun 1,1 persen pada sesi sebelumnya. Harga aluminium sendiri naik 0,4 persen ke level 3.008,00 dollar AS per ton, melanjutkan tren kenaikan tiga hari berturut-turut.

Adapun harga nikel menguat 1,2 persen menjadi 16.845,00 dollar AS per ton. Kenaikan ini menjadikannya lonjakan bulanan terbesar pada Desember sejak April 2024. PT Vale Indonesia menyatakan bahwa persetujuan rencana kerjanya diperkirakan akan segera terbit dan keterlambatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keberlanjutan operasional perusahaan. Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati pasokan, terutama setelah Indonesia menyatakan rencana pemangkasan produksi tahun ini.

Di pasar Asia, harga bijih besi berjangka di Singapura naik 0,3 persen menjadi 105,65 dollar AS per ton. Pasar China tercatat tutup karena hari libur nasional.

Mureks