Jumat, 02 Januari 2026 – Konsumen ponsel pintar di Indonesia dan global mungkin perlu bersiap menghadapi kenaikan harga perangkat pada tahun 2026. Prediksi ini muncul seiring meningkatnya biaya komponen utama, terutama memori RAM, yang didorong oleh kebutuhan masif teknologi kecerdasan buatan (AI).
Philip Michaels, seorang pengamat teknologi, berpendapat bahwa ponsel kelas menengah akan menjadi pilihan yang semakin menarik tahun ini. Menurutnya, perangkat di segmen ini menawarkan nilai terbaik karena telah dilengkapi fitur premium yang mampu bersaing dengan ponsel kelas atas.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Kenaikan Biaya Komponen Memicu Lonjakan Harga
Penyebab utama di balik potensi kenaikan harga adalah melonjaknya biaya RAM. Laporan National Public Radio mengutip seorang analis TrendForce yang memperkirakan bahwa permintaan RAM melampaui pasokan sebesar 10%. Akibatnya, produsen perangkat kini membayar 50% lebih mahal untuk DRAM dibandingkan kuartal sebelumnya, sebuah tren yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun baru.
Kebutuhan RAM yang tinggi tidak hanya untuk pusat data AI, tetapi juga untuk ponsel pintar. Lonjakan biaya memori ini pada akhirnya dapat memaksa produsen untuk menaikkan harga guna menjaga margin keuntungan pada perangkat unggulan mereka.
Dampak pada Ponsel Flagship: Samsung dan Apple
Indikasi awal dampak kenaikan biaya RAM akan terlihat saat jajaran Samsung Galaxy S26 diluncurkan, yang diperkirakan pada akhir Februari 2026. Saat ini, harga Galaxy S25 dimulai dari $799 untuk model standar dan mencapai setidaknya $1.299 untuk Galaxy S25 Ultra.
Sebuah laporan dari Korea Selatan mengklaim bahwa Samsung belum menetapkan harga untuk model barunya, sebagian besar karena biaya RAM. Meskipun raksasa elektronik ini mampu menanggung kerugian pada perangkat khusus seperti Galaxy Z TriFold, seri Galaxy S adalah bagian besar dari bisnis seluler Samsung, dan perusahaan hanya dapat menyerap sebagian dari biaya RAM yang meningkat.
Apple juga tidak luput dari tantangan ini. Peluncuran iPhone 18 pada musim gugur mendatang menghadapi ketidakpastian harga. Sebuah laporan awal memprediksi Apple harus membayar lebih mahal untuk silikon 2nm yang akan debut di model iPhone 18 Pro, biaya yang kemungkinan akan diteruskan kepada konsumen.
Ponsel Kelas Menengah: Solusi Cerdas?
Meskipun demikian, tidak semua ponsel kelas menengah akan mengalami kenaikan harga yang sama. Sebagai contoh, OnePlus 15R yang baru saja diumumkan dibanderol $699, naik dari $599 untuk pendahulunya. Peningkatan ini sebagian besar karena penggunaan silikon yang lebih canggih dan baterai yang lebih besar.
Namun, menurut Mureks, banyak model kelas menengah lainnya kemungkinan akan diuntungkan dari penggunaan komponen “turunan” atau yang lebih lama, yang dapat menekan biaya produksi. Ambil contoh Pixel 10a, yang diperkirakan akan hadir pada paruh pertama tahun 2026. Google kemungkinan akan menggunakan silikon yang lebih lama untuk ponsel anggaran ini. Sebuah rumor bahkan menyebutkan bahwa model baru ini akan menggunakan chip Tensor G4 yang sama dengan Pixel 9a saat ini, bukan Tensor G5 milik Pixel 10. Hal ini membuat Pixel 10a kemungkinan besar akan mempertahankan harga awal $499.
Serupa dengan itu, iPhone 17e yang diperkirakan meluncur sebelum pertengahan 2026 tidak akan mengalami perubahan radikal. Sebaliknya, perangkat ini diharapkan menggunakan chip A19 yang sama dengan iPhone 17. Ini berarti ponsel tersebut tidak akan mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Fitur Unggulan di Kelas Menengah
Philip Michaels berpendapat bahwa ponsel kelas menengah telah menjadi pilihan yang lebih menarik dalam beberapa tahun terakhir karena fitur-fitur utama yang dicari konsumen—seperti daya tahan baterai dan kinerja kamera—umumnya sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh ponsel yang lebih mahal. Fitur AI juga menjadi bagian yang berkembang; iPhone 16e mendukung semua fitur Apple Intelligence, sementara Pixel 9a menawarkan sebagian besar fitur AI unggulan Google.
Model-model terbaru yang akan keluar pada tahun 2026 kemungkinan akan melanjutkan tren ini, bahkan jika model kelas menengah mengorbankan sedikit performa atau fitur lainnya. Meskipun demikian, belum diketahui pasti harga yang akan ditetapkan oleh produsen ponsel untuk perangkat unggulan mereka. Ada kemungkinan Samsung dan Apple menemukan cara untuk memangkas biaya di area non-esensial lainnya untuk menjaga harga tetap stabil, atau jika harga naik, mereka mungkin akan meningkatkan fitur untuk mengimbangi kenaikan tersebut.






