Harga emas global mencetak rekor baru, mencapai level US$4.384,31 per troy ons pada Senin, 05 Januari 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 63,62% dalam dua belas bulan terakhir. Lonjakan harga komoditas berharga ini secara langsung meningkatkan prospek saham U.S. Gold Corp. (NASDAQ:USAU), menarik kembali minat institusional dan investor.
Perusahaan pertambangan emas yang terdaftar di indeks Russell ini kini mendapatkan peningkatan rating menjadi ‘Beli’ dari sebelumnya ‘Tahan’. Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, termasuk rekor harga emas, portofolio proyek yang kuat, serta kepercayaan investor yang kembali tumbuh.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Salah satu aset utama U.S. Gold Corp. adalah Proyek CK Gold di Wyoming, Amerika Serikat, yang saat ini mendekati penyelesaian studi kelayakan. Menurut analisis sensitivitas nilai bersih saat ini (NPV), proyek ini memiliki potensi nilai US$160,21 per saham pada harga emas saat ini, jauh melampaui harga saham USAU yang berada di level US$19,41 per saham. Mureks mencatat bahwa perbedaan signifikan antara potensi nilai proyek dan harga saham saat ini mengindikasikan potensi kenaikan yang substansial bagi investor.
Untuk memperkuat posisi keuangannya, U.S. Gold Corp. baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana sebesar US$31,2 juta melalui peningkatan ekuitas. Suntikan modal ini diperkirakan akan memperpanjang landasan modal perusahaan hingga 5-6 tahun ke depan, memberikan dukungan kuat untuk pengembangan tambang dan meningkatkan prospek pembiayaan di masa mendatang.
Meskipun prospeknya cerah, volatilitas saham USAU tetap tinggi. Oleh karena itu, strategi perdagangan taktis, seperti membeli saat harga turun dan mengambil keuntungan saat harga puncak, tetap menjadi pendekatan yang disarankan di tengah katalis kuat dan potensi kenaikan yang signifikan.






