Nasional

FISIP Unismuh Makassar Bekali Dosen dengan Strategi Penyusunan Proposal Hilirisasi Riset Kemdiktisaintek 2026

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar sesi berbagi daring untuk memperkuat kapasitas dosen dan peneliti. Kegiatan bertajuk “Hilirisasi Riset Risbang Kemdiktisaintek Tahun 2026” ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, melalui platform Zoom, menghadirkan Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., dari Universitas Tidar, Magelang, sebagai narasumber utama.

Sesi ini menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai institusi, tidak hanya internal FISIP dan Unismuh Makassar, tetapi juga dari perguruan tinggi negeri dan swasta di sejumlah kota seperti Bandung, Samarinda, Kendari, dan Pekanbaru. Menurut Mureks, kegiatan ini krusial mengingat penerimaan proposal untuk skema Luaran Prototipe dan Hiliriset Kemdiktisaintek Tahun 2026 masih terbuka melalui aplikasi BIMA dan platform Hiliriset.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Dekan FISIP Unismuh Soroti Peningkatan Kualitas Riset

Dekan FISIP Unismuh, Dr. Andi Luhur Prianto, menjelaskan bahwa sesi berbagi ini merupakan upaya institusi untuk memperluas akses dosen terhadap sumber pembiayaan riset dan meningkatkan kualitas proposal. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan penelitian, khususnya skema hilirisasi yang masih menerima proposal. Kami berharap dari tahun ke tahun ada peningkatan jumlah dan kualitas riset dosen FISIP Unismuh,” tegas Dr. Andi Luhur Prianto.

Kesiapan Model dan TKT Jadi Kunci Hilirisasi Riset

Dr. Arif Rahman Saleh dalam materinya menekankan bahwa hilirisasi riset harus melampaui pengembangan konsep semata. Proposal, menurutnya, wajib menunjukkan model yang telah tervalidasi dan relevan dengan kebutuhan pengguna. “Semua model itu harus sudah tervalidasi, baik dari sisi metodologi maupun kesesuaiannya dengan lingkungan. Model yang diusulkan tidak harus berbasis populasi besar, tetapi jelas manfaat dan konteks penerapannya,” jelas Arif.

Ia juga menyoroti pentingnya Technology Readiness Level (TKT) sebagai indikator penilaian utama. Skema hilirisasi, kata Arif, mensyaratkan riset telah mencapai tingkat kesiapterapan tertentu agar layak diimplementasikan. “Pembeda paling jelas itu ada di level TKT. Minimal TKT 4, artinya riset sudah siap diuji dalam lingkungan yang lebih nyata dan bukan lagi sekadar konsep,” ungkapnya.

Selain kesiapan teknologi, Arif menambahkan bahwa kemitraan merupakan faktor krusial untuk keberlanjutan hilirisasi. Mitra dapat berasal dari berbagai pihak, asalkan relevan sebagai pengguna dan memiliki legalitas yang jelas. Ia juga mengingatkan peneliti agar tidak terlalu terpaku pada aspek “kecanggihan” teknologi. “Jangan terlalu fokus pada teknologinya. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi itu diterapkan dan memberi nilai bagi pengguna,” pungkas Arif.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar dokumen pendukung, kesesuaian templat, mekanisme pengajuan melalui aplikasi BIMA, hingga potensi pemanfaatan hasil riset sebelumnya sebagai dasar usulan hilirisasi.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Arif menegaskan bahwa setiap anggota tim pengusul wajib memiliki akun BIMA yang aktif dan memenuhi persyaratan eligibilitas sebelum pengajuan. Ia juga mengingatkan agar satu judul riset tidak diajukan secara bersamaan pada skema hilirisasi dan skema penelitian lainnya. Pendanaan hilirisasi, lanjut Arif, dapat memadukan skema in-cash dan in-kind, membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra. Kegiatan ini sendiri terselenggara berkat dukungan penuh dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LP3M) Unismuh Makassar.

FISIP Unismuh Perluas Jejaring Riset Internasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar, yang menaungi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, dan Psikologi, terus berkomitmen memperluas jejaring kolaborasi risetnya. Setelah berhasil membangun kemitraan dengan Universitat Bremen, Jerman, pada tahun 2025, FISIP Unismuh kini menargetkan kolaborasi riset dengan University of Zagreb, Kroasia, pada tahun 2026. Fokus kemitraan ini antara lain mencakup tema migrasi dan pembangunan kota berkelanjutan.

Mureks