Sistem pengereman regeneratif pada mobil listrik dan hybrid dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi energi. Namun, tak jarang pemilik kendaraan hybrid mengalami kondisi di mana sistem ini tidak berfungsi optimal, terutama saat melintasi jalanan menurun. Fenomena ini seringkali menimbulkan pertanyaan apakah terjadi malfungsi pada sistem pengereman.
Pengereman regeneratif adalah teknologi deselerasi canggih yang mengubah energi kinetik yang dihasilkan saat pengereman menjadi energi listrik. Energi ini kemudian disimpan kembali ke dalam baterai kendaraan, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar pada mobil hybrid dan memperpanjang jangkauan pada mobil listrik. Sistem ini sangat efektif dimanfaatkan di kondisi jalan menurun untuk menghemat energi dan mengisi ulang baterai.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Bukan Malfungsi, Baterai Penuh Jadi Kunci
Mureks mencatat bahwa tidak berfungsinya sistem pengereman regeneratif saat turunan bukanlah indikasi kerusakan. Penyebab utamanya adalah kondisi baterai kendaraan yang sudah penuh atau telah mencapai ambang batas kapasitas energi yang dapat ditampung. Ketika baterai tidak lagi dapat menerima pengisian, sistem regeneratif secara otomatis akan menonaktifkan fungsinya.
Pengalaman yang diamati pada beberapa mobil hybrid, termasuk Chery Tiggo Cross CSH selama momentum liburan akhir tahun, menunjukkan bahwa sistem ini tidak akan bekerja meskipun telah diaktifkan dan memenuhi syarat seperti kondisi jalan menurun. Hal ini terjadi karena sistem pengereman regeneratif hanya aktif saat baterai masih memiliki ruang untuk diisi atau berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pabrikan.
Implikasi dan Solusi Pengemudi
Ketika sistem regeneratif tidak bekerja, pengemudi harus beralih menggunakan sistem pengereman manual dengan menginjak pedal rem. Pada kondisi ini, tidak ada efek deselerasi tambahan selain dari pengereman konvensional. Penting bagi pengemudi untuk memahami hal ini agar dapat mengantisipasi dan menjaga keselamatan berkendara.
Kapasitas baterai pada mobil hybrid, seperti pada Tiggo Cross CSH yang hanya sebesar 1,8 kWh, menjadi alasan mengapa baterai dapat cepat penuh hanya dengan memanfaatkan sistem pengereman. Meskipun kapasitasnya relatif kecil, baterai ini terbukti mampu memberikan efisiensi konsumsi bahan bakar yang signifikan.
Dengan demikian, pengemudi tidak perlu khawatir jika sistem pengereman regeneratif tidak bekerja saat melintasi jalan menurun. Ini adalah bagian dari cara kerja normal sistem untuk melindungi baterai dari pengisian berlebih, sekaligus tetap mendukung efisiensi kendaraan.






