Pemegang saham pengendali PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), Elang Media Visitama, kembali meningkatkan kepemilikan sahamnya di bank digital tersebut. Per 30 Desember 2025, Elang Media Visitama resmi menguasai 27,60 persen hak suara di SUPA, menegaskan posisinya sebagai investor utama.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/1/2026), Elang Media Visitama melakukan pembelian tidak langsung sebanyak 28.317.400 saham SUPA. Transaksi ini dieksekusi dengan harga Rp 910 per saham dan bertujuan untuk investasi jangka panjang. Dengan penambahan ini, total saham SUPA yang dimiliki Elang Media Visitama meningkat dari 9.325.800.159 saham (27,51 persen) menjadi 9.354.117.559 saham (27,60 persen hak suara).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Elang Media Visitama secara konsisten menyatakan akan mempertahankan statusnya sebagai pengendali perseroan dan berkomitmen untuk menjaga pengendalian atas PT Super Bank Indonesia Tbk di masa mendatang. Menurut Mureks, langkah ini menunjukkan kepercayaan kuat pemegang saham terhadap prospek pertumbuhan Superbank.
Rangkaian Akuisisi Saham Superbank
Peningkatan kepemilikan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Elang Media Visitama juga telah menambah porsi sahamnya dari 9.175.800.159 saham (27,07 persen) menjadi 9.325.800.159 saham (27,51 persen hak suara). Penambahan tersebut dilakukan melalui dua tahap pembelian tidak langsung pada akhir Desember 2025.
- Tahap pertama: Pembelian 50 juta saham pada 24 Desember 2025 dengan harga Rp 1.050 per saham.
- Tahap kedua: Pembelian 100 juta saham pada 29 Desember 2025 dengan harga Rp 895 per saham.
Seluruh transaksi tersebut, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI pada Senin (29/12/2025), bertujuan untuk investasi dan memperkuat posisi Elang Media Visitama sebagai pemegang saham pengendali.
Kinerja Positif Superbank Pasca-IPO
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank, yang didukung oleh ekosistem kuat seperti Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, mencatatkan kinerja positif berkelanjutan hingga November 2025. Bank digital ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,79 triliun dari pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025, yang akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan penguatan kapabilitas perbankan digital.
Hingga November 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 122,4 miliar. Kinerja impresif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang melonjak 165 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1,4 triliun.
Pertumbuhan intermediasi juga terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 149 persen YoY mencapai Rp 11,0 triliun, serta penyaluran kredit yang tumbuh 58 persen YoY menjadi Rp 9,3 triliun. Sejalan dengan itu, total aset Superbank turut meningkat signifikan 69 persen YoY menjadi Rp 18 triliun pada akhir November 2025.
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, pada Minggu (21/12/2025), menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan. “Pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa model bisnis Superbank semakin matang,” jelas Tigor. Ia menambahkan, “Fokus kami tetap pada membangun layanan perbankan digital yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dijalankan secara prudent, dan didukung oleh fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.”
Superbank juga mencatat pencapaian signifikan dengan meraih 1 juta nasabah dalam waktu kurang dari dua bulan sejak IPO, membuktikan kepercayaan publik terhadap layanan perbankan digital yang ditawarkannya.





