Harga token kripto XRP milik Ripple melonjak signifikan hingga 25% pada pekan pertama Januari 2026. Kinerja impresif ini menempatkan XRP di atas Bitcoin dan Ethereum, yang masing-masing hanya mencatatkan kenaikan sekitar 6% dan 10% dalam periode yang sama. Lonjakan ini didorong oleh derasnya arus dana ke produk ETF, sentimen pasar yang positif, serta ekspansi strategis Ripple.
Menurut pantauan Mureks dari data CoinMarketCap pada Rabu (7/1/2026), sejumlah analis memproyeksikan XRP berpotensi menjadi salah satu aset kripto paling menonjol tahun ini. Optimisme ini muncul dari kombinasi minat institusi yang meningkat, sentimen positif di media sosial, dan penguatan kerja sama strategis Ripple.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Para pelaku pasar menilai XRP kini bergerak di jalur yang berbeda dari kripto utama lainnya. Fundamental on-chain yang kuat dan peningkatan perhatian investor menjadi pendorong utama reli harga ini. Kinerja solid XRP bahkan menarik perhatian media arus utama. CNBC, misalnya, menyebut XRP sebagai “kripto favorit baru” di tengah perubahan sentimen pasar yang semakin bullish. Kondisi ini menempatkan XRP sebagai aset yang menawarkan peluang berbeda di pasar kripto yang kian kompetitif.
Arus Dana ETF Perkuat Reli Harga XRP
Momentum penguatan XRP juga diperkuat oleh derasnya arus dana yang mengalir ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis XRP. Pengamat pasar menilai minat investor terhadap ETF XRP meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Jurnalis CNBC, Mackenzie Sigalos, menyoroti bahwa tren ini berbeda dengan ETF Bitcoin dan Ethereum. Ia menjelaskan, “investor justru ramai masuk ke ETF XRP pada kuartal IV untuk memanfaatkan harga yang masih relatif rendah serta mencari peluang investasi yang belum terlalu padat.”
Tren positif ini berlanjut hingga Januari 2026. Data dari Coinglass menunjukkan, hampir USD 100 juta dana telah mengalir ke empat ETF XRP dalam periode tersebut. Secara total, arus masuk ETF XRP kini telah melampaui USD 1,15 miliar tanpa satu pun hari arus keluar, menjadi sinyal kuat kepercayaan investor.
Sentimen Positif, Aktivitas Jaringan, dan Ekspansi Ripple
Sentimen pasar terhadap XRP juga semakin menguat. Analisis berbasis kecerdasan buatan dari Market Prophit menunjukkan optimisme yang sama dari investor ritel maupun institusi. Hal ini diperkuat oleh meningkatnya aktivitas on-chain.
Mureks mencatat bahwa data terbaru menunjukkan cadangan XRP di bursa Binance turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang semakin berkurang. Di sisi lain, volume transaksi dan aktivitas jaringan XRP melonjak lebih dari 50% dalam beberapa pekan terakhir.
Dari sisi korporasi, Ripple mempercepat ekspansinya di Jepang melalui kemitraan dengan institusi keuangan besar seperti Mizuho Bank dan SMBC Nikko. Selain itu, Ripple juga berhasil memperoleh persetujuan bersyarat dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) AS untuk mendirikan Ripple National Trust Bank.
Presiden Ripple, Monica Long, menegaskan bahwa perusahaan fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Ia juga memuji putaran pendanaan terbaru yang menempatkan valuasi Ripple di kisaran USD 40 miliar, seraya menegaskan, “belum ada rencana IPO dalam waktu dekat.”
Referensi penulisan: www.liputan6.com






