Keuangan

Rupiah Melemah 2026, BBCA Catatkan Kurs Dollar Kompetitif Dibanding Bank-Himbara Lain

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih menunjukkan tekanan di awal tahun 2026. Tekanan ini tercermin dari pembukaan pasar minggu lalu saat rupiah dibuka di level sekitar Rp16.790–Rp16.800 per USD, seiring dengan penguatan dolar global dan pelemahan mayoritas mata uang Asia. Kondisi ini berdampak langsung pada pergerakan kurs jual beli USD di sejumlah bank besar nasional, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA), yang menunjukkan kurs kompetitif dibanding bank-bank himbara lain.

Sabtu (10/1/2026) rupiah membuka perdagangan di sekitar Rp16.793 per USD, mencerminkan tren pelemahan lanjutan yang terjadi sejak awal pekan. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan dolar AS di pasar global, didorong oleh sentimen data ekonomi positif dan posisi suku bunga dunia yang masih menarik bagi investor internasional. Kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor) pada periode yang sama juga berada pada kisaran Rp16.785 per USD, mempertegas tekanan pasar terhadap rupiah.

Klik di sini untuk update berita tentang BBCA dan saham lainnya!

BCA Tawarkan Harga Bersaing

BBCA
Kurs Rupiah Hari Ini 10 Januari

Bank-bank besar nasional merespons kondisi pasar ini dengan menetapkan kurs beli dan jual USD yang sedikit bervariasi. Berikut gambaran kurs yang ditawarkan pada periode pembukaan 8 Januari 2026:

  • Bank Mandiri: kurs beli dan kurs jual USD di kisaran Rp16.755–Rp16.785
  • BNI: kurs beli Rp16.781 dan jual Rp16.811
  • BRI: kurs beli Rp16.698 dan jual Rp16.850
  • BCA: kurs beli USD Rp16.785 dan kurs jual Rp16.805

Dari data ini, kurs beli USD di BCA termasuk yang tertinggi di antara bank-bank besar, menunjukkan strategi BBCA yang tetap kompetitif di tengah volatilitas pasar valas.

Tekanan Global dan Domestic Pengaruhi Kurs Rupiah

Analis valuta asing mencatat bahwa rupiah masih tertekan akibat penguatan Dolar AS secara global. Kondisi ini diperkuat oleh data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang menunjukkan ketahanan aktivitas jasa, sehingga investor cenderung mencari aset dolar yang dianggap lebih aman.

Sentimen serupa tercermin dari perekonomian Asia secara luas, di mana sejumlah mata uang regional juga melemah terhadap dolar AS pada periode yang sama, menjadi faktor tambahan yang menekan rupiah di pasar domestik.

Baca juga: BBCA Ungguli Saham Perbankan Lain di BEI, Kinerja dan Pengakuan Global Perkuat Optimisme Analis

BBCA dan Strategi Valas di Tengah Tekanan Rupiah

BBCA
Bbca Hari Ini 10 Januari 2026

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BBCA memiliki posisi yang krusial dalam menyediakan likuiditas valas bagi nasabah ritel dan institusi. Kurs jual beli dolar yang kompetitif di BCA dapat dimanfaatkan oleh nasabah yang membutuhkan USD untuk kebutuhan bisnis atau investasi, terutama di saat volatilitas kurs tinggi.

Dalam konteks pasar yang bergerak dinamis, strategi kurs BCA yang responsif menunjukkan fokus bank ini dalam menjaga layanan valas yang relevan bagi nasabah, baik untuk transaksi harian maupun kebutuhan lindung nilai (hedging) terhadap risiko tukar.

Sentimen Pasar Menjelang Minggu Ini

Memasuki perdagangan pekan ini, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati arah rupiah terhadap dolar AS, terutama menjelang rilis data ekonomi utama dan sinyal kebijakan moneter global. Dengan kurs yang masih berada di level tinggi, bank-bank besar termasuk BCA tetap menjadi titik perhatian nasabah dan investor yang mencari harga valas yang efisien.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih menjadi sorotan utama pasar keuangan Indonesia memasuki awal 2026, dengan kurs valas di bank-bank besar yang sedikit berbeda tetapi tetap berada di level tinggi. BCA tercatat menawarkan kurs USD yang relatif kompetitif, yang memperkuat posisinya sebagai bank pilihan dalam transaksi valas di tengah tekanan pasar.

Klik mureks untuk tahu artikel menarik lainnya!

Mureks