Keuangan

BBCA Ungguli Saham Perbankan Lain di BEI, Kinerja dan Pengakuan Global Perkuat Optimisme Analis

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus menunjukkan dominasi di sektor perbankan nasional. Tidak hanya unggul dari sisi kapitalisasi pasar dan target harga analis, BBCA juga diperkuat oleh pengakuan global serta kinerja keuangan yang solid, menjadikannya saham bank paling menonjol dibandingkan BMRI, BBNI, dan BBRI.

Per 10 Januari 2026, harga saham BBCA berada di level Rp8.125 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp982,44 triliun, tertinggi di antara bank besar lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai pembanding, saham BMRI sekarang berharga Rp4.760 per saham, kapitalisasi Rp444,44 triliun, BBRI sebesar Rp3.680 per saham, kapitalisasi Rp556,66 triliun, sedangkan BBNI Rp4.180 per saham, kapitalisasi Rp155,45 triliun.

Besarnya nilai pasar tersebut menegaskan posisi BBCA sebagai bank dengan tingkat kepercayaan investor paling kuat di sektor perbankan. Dari sisi rekomendasi analis, BBCA memperoleh predikat Segera Beli dengan target harga Rp10.297,50, tertinggi dibandingkan saham perbankan besar lainnya.

Sementara itu BMRI direkomendasikan Beli dengan target Rp5.560,10, BBNI mendapat rekomendasi Segera Beli dengan target Rp4.977,35, BBRI direkomendasikan Beli dengan target Rp4.433,57. Target harga tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan BBCA yang masih lebih kuat dibandingkan kompetitornya.

Klik di sini untuk update berita tentang BBCA dan saham lainnya!

BBCA Raih Predikat Bank Terbaik Versi Forbes

Optimisme terhadap saham BBCA turut diperkuat oleh capaian non-pasar modal. PT Bank Central Asia Tbk kembali dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia versi World’s Best Banks, yang dirilis Forbes bekerja sama dengan Statista.

Penghargaan ini didasarkan pada survei terhadap lebih dari 50 ribu nasabah di 34 negara, dengan penilaian mencakup lima aspek utama: kepercayaan, syarat dan ketentuan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas nasihat keuangan. Dalam ajang tersebut, BCA menjadi satu dari hanya 18 bank di dunia yang berhasil mempertahankan posisi puncak di negara masing-masing.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan nasabah terhadap BCA.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh nasabah yang telah memberikan kepercayaan dalam setiap langkah perjalanan BCA. Kami juga berterima kasih kepada seluruh insan BCA atas dedikasi dan semangatnya dalam memberikan layanan terbaik,” ujar Jahja

Kinerja Keuangan BCA Dukung Fundamental Saham

BBCA
Bbca Hari Ini 10 Januari 2026

Capaian tersebut ditopang oleh kinerja keuangan solid sepanjang kuartal I 2025. Hingga Maret 2025, BCA membukukan laba bersih konsolidasi Rp14,1 triliun, tumbuh 9,8 persen secara tahunan (YoY).

Dari sisi intermediasi:

  • Penyaluran kredit mencapai Rp941 triliun, naik 12,6 persen YoY
  • Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,5 persen YoY menjadi Rp1.193 triliun
  • CASA mencapai Rp979 triliun, atau 82 persen dari total DPK

Baca juga: BBCA Menguat Saat IHSG Dekati 9.000, Bank Jumbo Jadi Penopang Sentimen Awal 2026

Transaksi Digital dan Ekosistem Hybrid Jadi Kunci

Pertumbuhan CASA sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi. Sepanjang kuartal I 2025, total frekuensi transaksi BCA tumbuh 19 persen YoY menjadi 9,9 miliar transaksi, dengan kanal digital mendominasi.

Frekuensi transaksi melalui mobile dan internet banking mencapai 8,8 miliar, tumbuh 22,2 persen YoY. Bahkan, pada hari-hari tertentu, sistem BCA mampu memproses lebih dari 200 juta transaksi dalam satu hari.

Jahja menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari strategi penguatan layanan digital yang terintegrasi dengan jaringan fisik.

Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan layanan dan kepuasan nasabah. Dengan semangat untuk terus tumbuh dan melayani sepenuh hati, BCA akan terus menghadirkan layanan perbankan yang relevan, aman, dan tepercaya,” kata Jahja.

Saat ini, BCA melayani lebih dari 41 juta rekening nasabah melalui 1.264 kantor cabang, 19.681 ATM, serta layanan Halo BCA yang beroperasi 24 jam.

Dengan kapitalisasi pasar terbesar, target harga analis tertinggi, pengakuan global dari Forbes, serta kinerja keuangan dan digital yang solid, BBCA mempertegas posisinya sebagai saham perbankan unggulan di awal 2026. Meski demikian, saham bank lain seperti BMRI, BBRI, dan BBNI tetap menawarkan peluang dengan karakter risiko berbeda. Kombinasi kinerja fundamental dan pengakuan global ini membuat BBCA masih menjadi pilihan paling aman untuk investasi saham perbankan, atau justru saatnya melirik bank lain dengan potensi berbeda di 2026?

Klik mureks untuk tahu artikel menarik lainnya!

Mureks