Keuangan

BBCA Menguat Saat IHSG Dekati 9.000, Bank Jumbo Jadi Penopang Sentimen Awal 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (9/1/2026) dengan penguatan 0,37% ke level 8.958,65. Penguatan indeks kali ini ditopang pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, dengan BBCA menjadi salah satu motor utama kenaikan pasar.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB mencatat nilai transaksi mencapai Rp830,43 miliar dengan volume 1,49 miliar saham. Sebanyak 342 saham menguat, mencerminkan sentimen pasar yang relatif kondusif meski volatilitas global belum sepenuhnya mereda.

BBCA Jadi Jangkar IHSG di Tengah Volatilitas

Bbca
BBCA hari ini 2026-01-09

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau naik 0,62% atau 50 poin ke level Rp8.100 per lembar. Kenaikan BBCA sejalan dengan penguatan saham big caps lain seperti TLKM yang naik 0,28% dan ASII yang menguat 0,71%.

Menguatnya BBCA menunjukkan peran perbankan besar sebagai penyangga utama IHSG, terutama saat indeks bergerak mendekati level psikologis 9.000. Di tengah rotasi sektor dan fluktuasi saham berbasis komoditas, investor cenderung kembali ke saham berfundamental kuat dan likuid seperti BBCA.

Sementara itu, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham, seperti ADRO yang turun 0,49% dan BRPT yang terkoreksi 1,94%, menandakan selektivitas investor semakin tinggi.

Klik di sini untuk update berita tentang BBCA dan saham lainnya!

IHSG Masih Berpeluang Naik, Tapi Koreksi Mengintai

BBCA
IHSG hari ini (9/1/2026)

Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan, dengan potensi bergerak di rentang 9.030–9.077. Namun, peluang koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi, dengan area uji di kisaran 8.843–8.904.

“Namun, waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843–8.904,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (9/1/2026).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa IHSG menuju 9.000 hanya soal waktu, meski pasar membutuhkan jeda konsolidasi.

“Tidak ada suatu saham yang terus mengalami kenaikan, karena pasti akan ada titik jenuh,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, saham perbankan besar seperti BBCA dinilai relatif lebih defensif karena didukung stabilitas kinerja dan kepercayaan investor jangka panjang.

Baca juga: BBCA Perkuat IHSG di Tengah Arus Dana Asing di Awal 2026, Sinyal Kuat di Tengah IHSG yang Tembus 9.000

BBCA di Persimpangan Psikologis Pasar

Dengan IHSG yang semakin dekat ke level 9.000, pergerakan BBCA menjadi indikator penting arah pasar. Selama saham ini mampu bertahan di zona hijau, kepercayaan investor terhadap keberlanjutan reli indeks masih terjaga.

Namun, jika koreksi terjadi, BBCA juga berpotensi menjadi saham pertama yang dipantau investor sebagai barometer kekuatan pasar. Melihat peran BBCA sebagai penopang IHSG saat ini, menurut kamu apakah saham BBCA masih layak dikoleksi di tengah euforia menuju level 9.000, atau justru sudah saatnya bersikap lebih defensif?

Klik mureks untuk tahu artikel menarik lainnya!

Mureks