Amerika Serikat kembali dihadapkan pada polemik politik menyusul operasi militer yang dilancarkan di Venezuela. Operasi tersebut berujung pada penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Selasa, 06 Januari 2026.
Pemimpin minoritas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Hakeem Jeffries, menuding Presiden Donald Trump telah melancarkan aksi militer tersebut tanpa otorisasi dari Kongres. Menurut Mureks, tudingan ini memicu perdebatan sengit mengenai batas kewenangan eksekutif dalam mengambil tindakan militer di luar negeri.






