Nasional

Demo Iran Memanas: Seorang Polisi Tewas Ditusuk, Protes Ekonomi Meluas ke 25 Provinsi

Seorang petugas kepolisian Iran dilaporkan tewas akibat penusukan di tengah gelombang demonstrasi yang terus meluas di dekat ibu kota Teheran. Insiden ini terjadi saat aksi protes atas biaya hidup yang kian meroket memasuki hari ke-12 pada Kamis, 8 Januari 2026.

Petugas yang tewas diidentifikasi sebagai Shahin Dehghan, anggota kepolisian di wilayah Malard, sebelah barat Teheran. Kantor berita Fars melaporkan, Dehghan “tewas beberapa jam yang lalu setelah ditusuk saat berupaya mengendalikan kerusuhan”.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Fars menambahkan bahwa pihak berwenang tengah berupaya mengidentifikasi pelaku penusukan tersebut.

Gelombang demonstrasi di Iran pecah pada Minggu, 28 Desember 2025, bermula dari aksi protes para pedagang di Teheran. Mereka menuntut kenaikan harga kebutuhan pokok dan anjloknya nilai mata uang rial yang memicu aksi serupa di berbagai kota lain.

Menurut perhitungan AFP, berdasarkan pernyataan resmi dan laporan media lokal, demonstrasi ini telah menyebar ke 25 dari 31 provinsi di Iran. Aksi tersebut juga dilaporkan telah menyebabkan puluhan orang tewas, termasuk dari pihak pasukan keamanan.

Gerakan protes ini disebut-sebut sebagai yang paling serius di Republik Islam Iran sejak demonstrasi nasional pada 2022-2023. Kala itu, aksi dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan setelah ditangkap karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian ketat bagi wanita.

Meskipun demikian, skala demonstrasi saat ini belum mencapai luasnya gerakan tahun 2022-2023 yang meluas ke seluruh negeri dan menelan ratusan korban jiwa, termasuk puluhan anggota keamanan.

Mureks mencatat bahwa demonstrasi ini menghadirkan tantangan baru bagi kepemimpinan Iran. Hal ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang parah dan setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

Demo Besar di Teheran

Sebelumnya, pada Selasa, 6 Januari 2026, demonstrasi berskala besar juga pecah di Teheran. Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaporkan bahwa aksi unjuk rasa yang berujung rusuh itu menewaskan puluhan orang.

Protes tersebut dipicu oleh meroketnya biaya hidup dan semakin melemahnya nilai mata uang lokal, rial, terhadap mata uang asing.

LSM Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang bermarkas di Norwegia menyebut, total demonstran yang tewas di tangan aparat keamanan mencapai 27 orang. Korban jiwa tersebut termasuk lima anak berusia di bawah 18 tahun.

IHR menambahkan, aparat keamanan Iran juga menyergap sebuah rumah sakit di Hasanabad, Teheran, dan menembakkan gas air mata ke dalam fasilitas medis tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Iran menyatakan bahwa anggotanya turut tewas dalam demo berujung rusuh di negara tersebut, demikian dikutip dari AFP.

Mureks