Tren

De Rossi: “Itu Pilihan Saya!” Pelatih Genoa Bela Stanciu Usai Gagal Penalti Kontra AC Milan

Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, langsung pasang badan melindungi anak asuhnya, Nicolae Stanciu, usai kegagalan penalti krusial yang membuat timnya harus puas berbagi poin 1-1 dengan AC Milan. Dalam laga dramatis pekan ke-25 Serie A di San Siro, Jumat (9/1/2026) dini hari, De Rossi menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas penunjukan eksekutor penalti ada padanya.

Drama Imbang di San Siro: Penalti Melayang di Detik Akhir

Pertandingan antara AC Milan dan Genoa berlangsung sengit. Genoa sempat unggul lebih dulu melalui gol Lorenzo Colombo, namun Rafael Leao berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-92, membuat skor menjadi 1-1. Puncak drama terjadi ketika Genoa mendapatkan hadiah penalti tepat sebelum peluit panjang dibunyikan. Sayangnya, eksekusi penalti oleh Stanciu melambung jauh di atas mistar gawang, menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

De Rossi mengakui bahwa hasil imbang ini meninggalkan perasaan campur aduk. “Itu adalah hasil imbang yang adil,” ujar De Rossi kepada DAZN. Ia menambahkan, “Mereka (Milan) tidak pantas kalah di babak kedua, tapi kami pantas menang. Kami menjalani babak pertama yang hebat melawan tim yang sangat kuat, tapi ada banyak kepahitan ketika pertandingan berakhir seperti itu.”

Menurut pantauan Mureks, hasil ini tentu menjadi kerugian besar bagi Genoa yang berambisi mencuri poin penuh di kandang lawan.

Alasan De Rossi Tunjuk Stanciu sebagai Algojo Penalti

Banyak pihak mempertanyakan keputusan De Rossi menunjuk Stanciu, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, sebagai eksekutor penalti. Menanggapi hal tersebut, legenda AS Roma ini menjelaskan bahwa situasi di lapangan memaksa perubahan rencana awal.

“Sebelum pertandingan, kami punya dua penendang penalti: Malinovskyi dan Martin, tapi saya menarik keduanya keluar,” jelas De Rossi. Ia melanjutkan, “Itu adalah pilihan saya (membiarkan Stanciu mengambilnya) karena saya telah melihat bagaimana dia mengambilnya dalam latihan dan memiliki tembakan yang luar biasa.”

Tim redaksi Mureks mencatat bahwa keputusan ini menunjukkan kepercayaan De Rossi terhadap kemampuan individu pemainnya, meskipun dalam tekanan tinggi.

Pembelaan Penuh untuk Profesionalisme Stanciu

De Rossi tidak ingin Stanciu merasa bersalah sendirian atas kegagalan tersebut. Baginya, keputusan tersebut didasari logika yang matang mengingat komposisi pemain yang tersisa di lapangan. Ia memuji profesionalisme Stanciu yang selalu memberikan yang terbaik, terlepas dari waktu bermainnya.

“Mengingat pemain lain yang ada di lapangan, saya pikir itu adalah pilihan yang masuk akal,” bela De Rossi. Ia juga mengungkapkan rasa sedihnya karena anak asuhnya gagal menjadi pahlawan kemenangan. “Saya minta maaf padanya karena dia pria yang hebat, yang tidak pernah menurunkan profesionalismenya, bahkan jika dia tidak bermain,” tutur De Rossi. “Dia pantas untuk merayakannya, begitu pula yang lain mengingat permainan yang kami mainkan,” pungkasnya.

Mureks