Manchester United kembali memasuki fase transisi kepemimpinan setelah resmi memecat manajer Ruben Amorim pada Senin (5/1) pagi waktu setempat. Keputusan ini mengakhiri masa kepemimpinan Amorim yang penuh dinamika di Old Trafford, menyusul serangkaian hasil yang kurang konsisten.
Selama 63 pertandingan di bawah asuhan Amorim, Manchester United mencatat 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan. Persentase kemenangan yang hanya mencapai 38,1 persen dinilai gagal memenuhi ekspektasi klub.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Darren Fletcher Ditunjuk, Optimisme Baru Mencuat
Manajemen klub kemudian menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer sementara atau caretaker. Penunjukan ini langsung memunculkan optimisme di kalangan penggemar, mengingat status caretaker memiliki makna khusus dalam sejarah Manchester United pasca-era Sir Alex Ferguson.
Mureks mencatat bahwa setiap manajer caretaker MU selalu berasal dari kalangan mantan pemain. Lebih unik lagi, mereka nyaris selalu memberikan hasil positif dalam waktu singkat, seolah membawa angin segar di tengah ketidakpastian.
Rekam Jejak Manis Para Caretaker MU
Tradisi positif ini dimulai dengan Ryan Giggs, yang menjadi caretaker pertama MU setelah David Moyes dipecat pada musim 2013/2014. Dalam empat pertandingan, Giggs berhasil membawa Setan Merah meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Hasil tersebut, meski tidak spektakuler, cukup menstabilkan situasi klub di tengah kekacauan internal dan menunjukkan dampak instan dari kedekatan emosional dengan klub.
Musim 2020/2021, giliran Michael Carrick yang mengambil alih kemudi setelah Ole Gunnar Solskjaer didepak. Carrick memimpin MU dalam tiga pertandingan dengan catatan impresif: dua kemenangan dan satu hasil imbang. Manchester United berhasil mengalahkan Arsenal dan Villarreal, serta menahan imbang Chelsea. Carrick meninggalkan kursi sementara dengan rekor tak terkalahkan, meskipun tidak pernah ditunjuk secara permanen.
Kisah serupa berlanjut pada musim 2023/2024 melalui Ruud van Nistelrooy. Setelah Erik ten Hag dipecat, mantan striker andalan ini memimpin MU dalam empat laga dengan hasil tiga kemenangan dan satu imbang. Di bawah asuhannya, MU mencetak 11 gol dan hanya kebobolan tiga kali, menandai kembalinya performa ofensif dan stabilitas pertahanan.
Harapan Baru di Tangan Darren Fletcher
Kini, tanggung jawab serupa diemban oleh Darren Fletcher. Mantan gelandang Skotlandia itu sebelumnya menangani tim U-18 MU sejak awal musim 2025/2026. Rekam jejak para pendahulunya memberikan Fletcher modal psikologis yang kuat. Sejarah menunjukkan, status caretaker di MU bukan beban, melainkan peluang untuk menghadirkan dampak instan dan mengembalikan kepercayaan di Old Trafford.
Fletcher diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk membawa stabilitas dan performa positif bagi Manchester United di sisa musim 2025/2026.






