Pertanyaan mengenai penempatan cincin pernikahan di jari mana seringkali muncul saat seseorang mempersiapkan hari istimewa tersebut. Tradisi ini, yang telah ada sejak ribuan tahun lalu, ternyata memiliki makna simbolis dan praktik yang beragam di berbagai budaya.
Peradaban kuno mengaitkan bentuk lingkaran cincin dengan keabadian. Sementara itu, penempatan cincin di jari manis diyakini terhubung langsung ke jantung melalui apa yang disebut “urat cinta”.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Asal Mula “Vena Amoris” dan Sejarah Cincin
Dikutip dari situs brilliantearth.com, cincin pernikahan umumnya dikenakan pada jari manis. Kepercayaan pada “vena amoris” atau “urat cinta” meyakini bahwa sebuah pembuluh darah mengalir langsung dari jari manis tangan kiri ke jantung. Gagasan romantis ini, meskipun telah dibantah oleh anatomi modern, memperkuat penempatan cincin pernikahan dan pertunangan di tangan kiri.
Simbolisme hubungan langsung dengan jantung telah bertahan, menjadikan jari manis sebagai pilihan yang bermakna hingga saat ini. Mureks mencatat bahwa sejak sekitar tahun 3000 SM, orang Mesir telah bertukar cincin yang terbuat dari anyaman alang-alang dan kulit untuk melambangkan cinta abadi. Kemudian, bangsa Romawi mengembangkan tradisi ini dengan menggunakan besi, lalu emas, sebagai bahan yang lebih tahan lama.
Masyarakat Eropa pada Abad Pertengahan mengadopsi kebiasaan ini, menyempurnakannya dengan batu permata berharga dan desain yang rumit, serta meletakkan dasar bagi cincin pernikahan dan pertunangan modern.
Tradisi Barat dan Dekrit Raja Edward VI
Di Eropa Barat dan Amerika Utara, tangan kiri menjadi tempat yang dominan untuk cincin kawin pada masa Renaisans. Pada abad ke-16, Raja Edward VI dari Inggris menyatakan tangan kiri, jari keempat, sebagai lokasi resmi untuk cincin kawin. Dekrit ini membentuk kebiasaan yang tetap menjadi standar di sebagian besar dunia Barat hingga saat ini.
Di Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, Italia, dan banyak negara Barat lainnya, cincin kawin secara tradisional diletakkan di jari manis tangan kiri. Praktik ini telah tertanam kuat dalam upacara pernikahan Barat dan dianggap sebagai simbol universal pernikahan.
Variasi Penempatan Cincin di Berbagai Budaya
Namun, tidak semua budaya mengikuti tradisi Barat. Di beberapa negara, penempatan cincin pernikahan justru berbeda:
- Tangan Kanan: Negara-negara seperti India, Jerman, Spanyol, Norwegia, Austria, Hongaria, dan Belanda mengenakan cincin kawin di tangan kanan.
- Kombinasi Tangan: Di Swiss, banyak orang mengenakan cincin pertunangan mereka di jari manis kanan dan cincin kawin mereka di jari manis kiri.
- Tradisi Ortodoks: Di negara-negara yang dipengaruhi oleh Kekristenan Ortodoks, seperti Polandia dan Yunani, tangan kanan lebih disukai untuk cincin pernikahan.
Tradisi ini mencerminkan peran simbolis tangan kanan dalam sumpah, kekuatan, dan berkat dalam ritual keagamaan dan budaya.
Dengan demikian, tidak ada aturan universal mengenai cincin pernikahan di jari mana seharusnya dikenakan. Meskipun demikian, sebagian besar budaya, terutama di dunia Barat, cenderung mengenakan cincin di jari manis tangan kiri.






