Sabtu, 03 Januari 2026, Syarif Yunus, seorang Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Sinarmas AM, menyoroti pentingnya dana pensiun sebagai keputusan fundamental dalam hidup seorang pekerja. Menurutnya, bekerja bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan saat ini, melainkan juga perencanaan matang untuk masa depan.
Dalam pandangannya, tidak semua keputusan hidup harus diumumkan secara luas. Beberapa perencanaan, termasuk memiliki dana pensiun, seringkali diambil dalam kesunyian, tanpa sorotan atau pengakuan publik. “Diam-diam tapi akhirnya siap, diam-diam akhirnya pun,” tulis Syarif Yunus, menggambarkan esensi dari persiapan finansial jangka panjang ini.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dana Pensiun, khususnya DPLK, bukanlah sekadar angka besar di atas kertas atau investasi yang menjanjikan keuntungan instan seperti emas. Lebih dari itu, ia adalah manifestasi tanggung jawab personal untuk memastikan kemandirian finansial di masa pensiun, agar tidak bergantung pada anak atau keluarga.
Syarif Yunus menegaskan bahwa dana pensiun adalah sikap dan keberanian personal. Ini adalah ikhtiar untuk memiliki kesinambungan penghasilan di hari tua, sebuah langkah proaktif agar tidak merepotkan orang lain saat gaji tidak lagi diterima. Lebih jauh, Mureks mencatat bahwa Syarif Yunus melihat dana pensiun sebagai wujud cinta kepada pasangan dan anak-anak, serta bentuk tanggung jawab masa depan yang dipersiapkan sejak dini.
Ia mengingatkan, ketika pensiun tiba, hal yang paling menyakitkan bukanlah kepergian seseorang, melainkan jika kepergian itu meninggalkan beban dan kekosongan finansial bagi yang ditinggalkan. Oleh karena itu, kesiapan keuangan di usia tua menjadi krusial.
Parameter keberhasilan seorang pekerja, menurut Syarif Yunus, tidak lagi semata diukur dari keberanian mencari nafkah atau mengambil risiko hari ini. Melainkan, dari seberapa serius ia menyiapkan kesejahteraan di hari tua, baik untuk orang-orang yang masih bergantung padanya maupun untuk memastikan masa pensiun yang tidak menyusahkan orang lain.
Dana pensiun adalah keputusan sunyi yang diambil saat masih produktif, sebuah keberanian menyisihkan sebagian gaji untuk kemandirian finansial di masa pensiun. Meskipun diambil dalam diam, dampaknya dapat bergema seumur hidup. “Apa yang sudah kita siapkan untuk masa pensiun kita sendiri?” pungkas Syarif Yunus, mengajak pembaca untuk merenungkan tanggung jawab di usia tua.






