Klub raksasa Liga Inggris, Chelsea, dikabarkan telah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Enzo Maresca pada Jumat, 02 Januari 2026. Keputusan mengejutkan ini disebut berlaku efektif segera, menyusul memuncaknya ketegangan internal dalam 24 hingga 48 jam terakhir di Stamford Bridge.
Meski pernyataan resmi dari pihak klub masih dinanti, berbagai sumber media Inggris, termasuk The Athletic dan Fabrizio Romano, melaporkan bahwa kesepakatan perpisahan antara Chelsea dan Maresca telah rampung sepenuhnya. Dengan demikian, era pelatih asal Italia itu di London Barat resmi berakhir setelah periode yang penuh gejolak.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Konflik Internal dan Performa Menurun
Situasi Maresca di Chelsea memang kian rumit akibat memburuknya hubungan antara dirinya dengan jajaran petinggi klub. Retaknya relasi internal ini semakin menekan posisi sang pelatih, terutama setelah performa The Blues anjlok drastis sepanjang Desember 2025. Mureks mencatat bahwa dari delapan pertandingan terakhir, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan.
Tekanan terhadap Maresca sebenarnya sudah terasa sejak beberapa pekan sebelumnya. Isu semakin memanas setelah ia melontarkan pernyataan kontroversial mengenai “48 jam terburuk” selama menangani Chelsea, tak lama setelah kemenangan atas Everton pada 13 Desember. Ucapan tersebut disinyalir memicu ketegangan serius dengan manajemen klub.
Maresca, yang masih terikat kontrak hingga 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun, sempat dikabarkan siap angkat kaki jika situasi tak kunjung membaik. Namun, di sisi lain, ia juga pernah menegaskan komitmennya untuk bertahan musim depan, sekaligus membantah spekulasi yang mengaitkannya dengan Manchester City sebagai calon pengganti Pep Guardiola.
Ketegangan semakin terlihat usai laga imbang 2-2 melawan Bournemouth. Maresca memilih absen dari sesi konferensi pers dengan alasan sakit, dan tugas menghadapi media akhirnya diambil alih oleh asistennya, Willy Caballero. Belakangan, terungkap bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan sadar sang pelatih untuk menghindari wawancara.
Kekecewaan Manajemen dan Pencarian Manajer Kelima
Langkah Maresca yang absen dari konferensi pers itu disebut kembali menguji kesabaran para pengambil keputusan di Chelsea, termasuk co-owner Behdad Eghbali dan jajaran direktur olahraga. Kekecewaan manajemen juga dipicu oleh keluhan Maresca soal minimnya dukungan dan struktur internal klub, padahal ia dinilai sudah memahami kondisi tersebut sejak menerima pekerjaan pada 2024.
Dengan pemecatan ini, Chelsea kini akan kembali mencari manajer permanen baru. Artinya, sejak diambil alih konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022, Chelsea berpotensi menunjuk manajer kelima dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Sebelumnya, Thomas Tuchel menjadi pelatih saat kepemilikan baru masuk, namun segera dipecat dan digantikan Graham Potter. Potter pun tak bertahan lama sebelum disingkirkan, dengan Frank Lampard sempat bertugas sebagai pelatih interim. Mauricio Pochettino kemudian memimpin Chelsea pada periode 2023–2024, sebelum hengkang dan membuka jalan bagi kedatangan Maresca.






