Chagee Holdings Ltd, jaringan gerai teh terkemuka asal China, dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk melantai di bursa saham Hong Kong. Langkah strategis ini, menurut pantauan Mureks, menandai tren perusahaan-perusahaan besar yang semakin gencar mengincar pusat keuangan Asia tersebut untuk penawaran umum perdana (IPO) saham mereka.
Sumber yang mengetahui rencana ini mengungkapkan bahwa Chagee telah memulai pembicaraan awal dengan sejumlah bank investasi. Penjualan saham ini diproyeksikan dapat meraup dana hingga ratusan juta dolar AS dan kemungkinan besar akan dieksekusi pada tahun 2026 ini.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Sebelumnya, Chagee telah sukses melantai di bursa Amerika Serikat melalui IPO pada tahun 2025. Aksi korporasi tersebut sempat melambungkan kekayaan CEO Chagee, Zhang Junjie, yang saat itu berusia 30 tahun, menjadikannya seorang miliarder.
Meski demikian, sumber anonim tersebut menekankan bahwa diskusi masih terus berjalan dan keputusan akhir belum diambil. Chagee bisa saja memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana IPO di Hong Kong. Selain itu, perusahaan juga masih harus mendapatkan persetujuan dari pihak regulator terkait.
Didirikan pada tahun 2017 di Provinsi Yunnan, China barat daya, Chagee dikenal sebagai spesialis teh premium berbasis susu yang menggunakan racikan tradisional China. Mureks mencatat bahwa hingga akhir September 2025, perusahaan ini telah mengoperasikan 7.338 gerai teh, dengan sebagian besar berlokasi di China daratan.






