TANGERANG SELATAN – Cermati Fintech Group (CFG) menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengurangan dan pemanfaatan sampah. Kolaborasi strategis dengan bank sampah Kertabumi di Tangerang Selatan ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mewujudkan prinsip ekonomi sirkular, Kamis (8/1/2026).
Melalui ekosistem entitasnya yang meliputi Cermati, Cermati Protect, Cermati Invest, Indodana Finance, dan Indodana Fintech, Cermati Fintech Group berkontribusi dalam pengadaan mesin pengolah sampah anorganik di Kertabumi Recycling Center. Dukungan ini tidak hanya sebatas penyediaan mesin, melainkan juga berfokus pada pengelolaan sampah anorganik dari berbagai material operasional perusahaan, mulai dari kertas, kain, hingga plastik dan impraboard.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Inisiatif program ini berhasil mengumpulkan hingga 660 kilogram sampah gabungan. Menurut pantauan Mureks, sampah-sampah tersebut kemudian diolah kembali oleh rekan-rekan Kertabumi yang terampil, termasuk warga setempat yang tergabung dalam Karang Taruna dan PKK, menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi. Kerajinan tangan ini selanjutnya akan dipasarkan di galeri serta melalui media sosial Kertabumi.
Cermati Fintech Group sangat mengapresiasi komitmen Kertabumi bahwa setiap rupiah yang dihasilkan dari hasil penjualan akan diputar kembali untuk mendukung operasional dan kesejahteraan warga. Hal ini memastikan roda ekonomi sirkular terus bergerak dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Visi Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat
CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab terhadap kelestarian alam dan lingkungan. “Melalui pemanfaatan material branding menjadi produk fungsional, kami mengambil pendekatan kreatif untuk meminimalisir jejak karbon operasional dan memastikan material promosi kami memiliki siklus hidup yang lebih panjang dan bermanfaat,” tegas Andhy.
Senada, Direktur Utama Indodana Fintech, Ronny Wijaya, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem teknologi finansial yang berkelanjutan. “Kami ingin kehadiran solusi digital kami di masyarakat berjalan beriringan dengan dampak positif bagi kelestarian ekosistem alam, sehingga inovasi dan alam dapat tumbuh bersama secara harmonis,” ujar Ronny.
Sementara itu, Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, menekankan pentingnya aspek pemberdayaan masyarakat selain kepedulian terhadap lingkungan. “Fokus kami bukan sekadar pada mesin pengolah sampah, melainkan pada peningkatan pemberdayaan masyarakatnya. Melalui dukungan ini, kami berharap warga sekitar Kertabumi Recycling Center dapat mengasah potensi ekonomi kreatif mereka, sehingga sampah yang dikelola mampu memberikan manfaat nilai tambah finansial serta dapat melihat peluang usaha yang dapat tumbuh dari proses daur ulang untuk terciptanya kesejahteraan masyarakat,” pungkas Iwan.
Program pengelolaan sampah ini menjadi langkah konkret bahwa visi besar perusahaan tidak hanya terbatas pada solusi finansial digital, tetapi juga mencakup kontribusi aktif bagi ekosistem keberlanjutan di Indonesia.





