PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) menapaki tahun 2025 dengan capaian impresif, mencatatkan laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga kuartal III-2025. Kinerja solid ini menegaskan peran krusial BRI sebagai bank milik negara yang terus tumbuh bersama masyarakat dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, terutama menjelang usia ke-130 tahun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan optimisme perseroan dalam menghadapi dinamika perekonomian global yang penuh tantangan. “Kinerja positif ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan perseroan melalui inisiatif BRIVolution Reignite,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (31/12/2025).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Transformasi dan Kepemimpinan Baru
Tahun 2025 menjadi babak penting bagi BRI dengan masuknya fase kepemimpinan baru. Pada 24 Maret 2025, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Hery Gunardi resmi diangkat sebagai Direktur Utama BRI. Dengan pengalaman lebih dari 34 tahun di industri perbankan nasional, Hery dikenal sebagai bankir multidimensi yang terlibat dalam berbagai agenda strategis, termasuk pendirian Bank Mandiri (1998-1999) dan pembentukan PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS). Ia juga mengawal merger tiga bank syariah Himbara menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Maret 2020.
Pengangkatan Hery Gunardi menandai komitmen BRI untuk melanjutkan transformasi secara terukur dan berkelanjutan, dengan tetap berpijak pada DNA keberpihakan kepada rakyat. Seiring dengan kepemimpinan baru, BRI menetapkan strategi BRIVolution Reignite. Strategi ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, dan memastikan BRI tetap relevan serta kompetitif di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi. BRIVolution Reignite berfokus pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan baru yang berkelanjutan, dengan orientasi customer-centric.
Sebagai kelanjutan agenda transformasi, BRI meluncurkan Corporate Rebranding pada Selasa (16/12/2025), bertepatan dengan hari jadinya yang ke-130. Inisiatif ini menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama perseroan. Hery Gunardi menegaskan, BRI harus terus bertransformasi agar tetap relevan dengan perubahan zaman. “Brand idea kita adalah mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia, dan our brand personality itu sudah terpercaya namun progresif, ambisius namun penuh rasa hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, dan terakhir adalah kelas dunia namun sangat Indonesia,” terang dia.
Kinerja Keuangan Solid Sepanjang 2025
Agenda transformasi yang konsisten sejak Juli 2025 membuahkan hasil positif pada kinerja keuangan BRI sepanjang tahun. Mureks mencatat bahwa hingga kuartal III-2025, BRI membukukan laba sebesar Rp41,2 triliun. Pencapaian ini didukung oleh strategi penghimpunan dana murah (CASA) yang memperkuat efisiensi biaya dana dan fundamental bisnis perseroan.
Total aset BRI tumbuh 8,2% secara year-on-year menjadi Rp2.123,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,2% menjadi Rp1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 6,3% menjadi Rp1.438,1 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) BRI terjaga di level 25,4%, dengan likuiditas yang sehat melalui Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5%. Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan keberlanjutan.
Pengakuan Internasional dan Domestik
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatatkan penguatan reputasi di tingkat domestik, regional, dan internasional, dengan meraih 163 pengakuan dari berbagai lembaga. Salah satu capaian utama tercermin dalam Forbes Global 2000 – The World’s Largest Companies 2025, di mana BRI menempati peringkat ke-349 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, sekaligus menjadi perusahaan publik Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut.
Di tingkat regional, posisi BRI juga semakin menguat melalui Fortune Southeast Asia 500, dengan menempati peringkat pertama di antara seluruh bank dan institusi keuangan asal Indonesia, serta peringkat ke-4 kategori finansial se-Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Penguatan tersebut kembali ditegaskan melalui penobatan BRI sebagai Bank of The Year 2025 in Indonesia oleh The Banker. Pengakuan ini didasarkan pada kekuatan fundamental keuangan, kejelasan arah strategi, kemajuan teknologi, serta komitmen BRI terhadap nasabah dan komunitas.
Kontribusi Nyata untuk Perekonomian dan Masyarakat
Dukungan UMKM Melalui KUR
Komitmen BRI terhadap Asta Cita diwujudkan melalui upaya penciptaan lapangan usaha dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha. Hingga November 2025, BRI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp163,38 triliun, menjangkau 3,5 juta debitur atau setara 92,3% dari total alokasi KUR BRI tahun berjalan. Sebagian besar penyaluran KUR tersebut mengalir ke sektor produksi dengan porsi 64,6%, khususnya sektor pertanian yang mencapai Rp73,73 triliun, mencerminkan keberpihakan BRI dalam memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perluasan Inklusi Keuangan dengan BRILink
BRI memperkuat ekonomi desa melalui pendampingan dan pemberdayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sekaligus memperluas layanan transaksi keuangan melalui jaringan BRILink Agen. Hingga November 2025, jaringan BRILink Agen telah mencapai 1,2 juta agen, menjangkau 66.587 desa atau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Melalui model kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi lebih dari 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun, menjadikannya simpul keuangan yang mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa, menurut pantauan Mureks.
Akselerasi Program Perumahan Rakyat
BRI semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui akselerasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Tercatat, hingga akhir November 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp15,87 triliun kepada lebih dari 115 ribu debitur. Angka ini didominasi oleh FLPP yang mencapai 97% atau setara dengan Rp15,44 triliun dengan jumlah debitur mencapai 112 ribu debitur.
Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Dalam rangka mendukung agenda prioritas pemerintah di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia, BRI turut proaktif mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tercatat, hingga November 2025, sebanyak 4.363 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah memperoleh akses layanan perbankan dari BRI. Dari sisi pembiayaan, BRI juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp167,69 miliar yang difokuskan untuk pembangunan dan operasional Dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia.
Respons Kemanusiaan: “Satukan Langkah untuk Sumatra”
Di tengah berbagai agenda transformasi dan penguatan peran strategis sepanjang 2025, BRI Group juga memastikan kehadirannya dalam merespons situasi kemanusiaan. Ketika bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra, BRI Group bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik ke berbagai daerah terdampak sejak 27 November 2025. Hingga 20 Desember 2025, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat yang didukung oleh 5 posko bencana, dengan bantuan menjangkau 82.500 jiwa masyarakat terdampak dan total nilai bantuan Rp14,2 miliar.
Bantuan tersebut mencakup paket makanan, sembako, survival kit, kasur dan selimut, air bersih, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, serta dukungan mobilisasi di wilayah terdampak. Memasuki fase pemulihan pascabencana, BRI Group memperkuat komitmen tersebut melalui inisiatif “Satukan Langkah untuk Sumatra” dan menyampaikan komitmennya untuk menyalurkan bantuan sebesar Rp50 miliar. Melalui program BRI Peduli, bantuan tersebut akan disalurkan untuk pemulihan infrastruktur dasar, meliputi fasilitas pendidikan dan kesehatan, sarana air bersih dan sanitasi, rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan, serta pembangunan hunian sementara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.






