Keuangan

Iman Rachman: “Kesiapan Perusahaan Jadi Kunci IPO 2025”, Dana Terhimpun Capai Rp18,11 Triliun

Aktivitas Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang kontras. Meskipun jumlah perusahaan yang melantai di bursa belum mencapai target, nilai penghimpunan dana justru mencatat kinerja solid. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan bahwa faktor utama bukan pada kebijakan bursa, melainkan kesiapan perusahaan.

Hingga 24 Desember 2025, BEI mencatat sebanyak 26 perusahaan telah berhasil melakukan IPO. Angka ini berada di bawah target awal BEI yang mematok 45 IPO sepanjang tahun. Namun, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 18,11 triliun, nilai ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Iman Rachman menjelaskan bahwa penurunan jumlah emiten baru tidak disebabkan oleh kebijakan bursa. “Kita tidak bisa mengarahkan atau memaksa perusahaan untuk IPO. Semua bergantung pada kesiapan perusahaan, proses penjaminan, dan evaluasi regulator,” ujarnya, dikutip Kamis (1/1/2026). Menurut Mureks, pernyataan ini menyoroti pentingnya fundamental dan persiapan internal perusahaan.

Di sisi lain, kualitas emiten yang melakukan IPO dinilai semakin membaik. BEI berhasil menarik perusahaan mercusuar (lighthouse company) dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun, yang jumlahnya melampaui target awal yang ditetapkan.

Selain IPO, pasar modal Indonesia juga diramaikan oleh aksi korporasi lainnya. BEI mencatat 14 perusahaan melakukan rights issue dengan nilai total Rp 34,47 triliun. Sementara itu, penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai 181 emisi dari 78 penerbit, dengan total dana terhimpun sebesar Rp 215,6 triliun.

Hingga akhir tahun 2025, jumlah emiten yang tercatat di BEI telah mencapai 956 perusahaan. Total penghimpunan dana pasar modal secara keseluruhan melonjak hampir Rp 300 triliun, tepatnya sekitar Rp 278 triliun, jauh di atas rata-rata tahunan sebelumnya.

Konsentrasi Kapitalisasi Pasar dan Emiten Terbesar 2025

Menutup tahun 2025, konsentrasi kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sangat bertumpu pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sepanjang November 2025, 50 emiten dengan nilai pasar terbesar tercatat menyumbang sekitar 74% dari total kapitalisasi BEI.

Dari deretan tersebut, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin jajaran teratas. Berikut adalah 6 emiten dengan kapitalisasi terbesar sepanjang November 2025, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia:

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menempati posisi teratas dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 1.281 triliun, setara 8,20% dari total kapitalisasi 50 saham terbesar.
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.009 triliun, berkontribusi sekitar 6,46%.
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menduduki peringkat ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 847,22 triliun, setara sekitar 5,42% dari total kapitalisasi kelompok 50 saham terbesar.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menempati posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 640,18 triliun atau sekitar 4,10%.
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar Rp 587,50 triliun di peringkat kelima, merepresentasikan sekitar 3,76% dari total kapitalisasi 50 saham terbesar.
  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berada di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 563,76 triliun atau sekitar 3,61%.
Mureks