Keuangan

BNI AM Ungkap Peluang IHSG Capai 9.600, Respons Proyeksi Purbaya Tembus 10.000

Jumat, 02 Januari 2026 – Proyeksi ambisius Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 10.000 mendapat tanggapan dari pelaku pasar. Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich, mengungkapkan bahwa berdasarkan valuasi dan dividend yield, IHSG berpeluang menguat hingga rentang 9.000-9.600.

Farash menjelaskan, potensi kenaikan tersebut juga didukung oleh kinerja saham-saham yang masih lagging atau tertinggal. Analisis ini disampaikan Farash dalam dialognya di program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat (02/01/2026).

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sentimen Global dan Peluang Domestik

Dalam paparannya, Farash Farich menyoroti kekhawatiran pasar global terhadap saham-saham teknologi yang telah bervaluasi tinggi dan saham ‘high beta‘ di bursa Amerika Serikat. Kondisi ini, menurutnya, justru membuka peluang bagi bursa domestik untuk menawarkan saham-saham dengan valuasi yang lebih rendah dan menarik bagi investor asing.

Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pergeseran sentimen investor global dari aset berisiko tinggi di pasar maju ke pasar berkembang dengan valuasi lebih menarik menjadi salah satu faktor pendorong utama. Hal ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.

Prospek Investasi BNI Asset Management

Pada periode ini, BNI Asset Management (BNI AM) melihat adanya potensi return yang lebih positif di pasar saham. Utamanya, peluang tersebut datang dari saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan kuat dan valuasi yang menarik.

Farash menambahkan, pihaknya terus memantau sentimen yang akan mempengaruhi prospek dan tantangan bagi pasar saham, obligasi, maupun nilai tukar Rupiah ke depan. Investor diharapkan dapat mencermati sektor-sektor yang resilient dan memiliki fundamental kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Mureks